alexametrics

Rest Area Dipadati Kendaraan, Arus Cipali Padat Merayap

loading...
Rest Area Dipadati Kendaraan, Arus Cipali Padat Merayap
Sejumlah rest area di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) dipadati kendaraan para pemudik yang hendak kembali ke Jakarta dan sekitarnya, Rabu (20/6/2018). Foto Ist
A+ A-
PURWAKARTA - Sejumlah rest area di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) dipadati kendaraan para pemudik yang hendak kembali ke Jakarta dan sekitarnya, Rabu (20/6/2018). Kendaraan pemudik meluber ke bahu jalan. Akibatnya, arus lalu lintas sebelum rest area di Tol Cipali, terhambat.
Rest Area Dipadati Kendaraan, Arus Cipali Padat Merayap

Juru bicara Basarnas Bandung Joshua Banjarnahor mengatakan, tim Basarnas memantau arus balik dari udara menggunakan Helikopter Basarna HR 3604. Dari udara tampak, arus lalu lintas di Tol Cipali wilayah Cirebon sampai Cikopo, Purwakarta arus kendaraan ramai lancar Setiap rest area di sepanjang jalan tol terpanjang di Indonesia itu, antara lain Km 164, 140, 102, dan 80 dipadati pemudik.

"Akibatnya, jalur sebelum rest area terjadi kemacetan. Selain kepadatan sebelum rest area, tak ada kejadian lain nihil Keadaan urgent tidak ada," kata Joshua.

Untuk mengurai kepadatan di Tol Cipali, Kakorlantas Polri Irjen Pol Royke Lumowa menginstruksikan jajaran untuk menerapkan one way arah ke Jakarta dari Tol Palimanan sampai Cawang mulai pukul 15.00 WIB.



Kapolri Jenderal Pol M Tito Karnavian mengemukakan, puncak arus balik diprediksi terjadi pada 18 hingga 20 Juni 2018.

"Diskresi one way akan dilakukan jika terjadi kemacetan cukup parah," kata Tito di Pos Pam Terpadu Operasi Ketupat Lodaya, Cikopo, Purwakarta.
Rest Area Dipadati Kendaraan, Arus Cipali Padat Merayap

Kapolri yang didampingi Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto menuturkan, pihaknya telah menyiapkan beberapa tempat untuk istirahat lengkap dengan fasilitas yang dibutuhkan para pemudik.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak