Aksi Unjuk Rasa Apdesi Ricuh, Polisi Buru Pelaku Perusakan Fasilitas Gedung DPR

Rabu, 31 Januari 2024 - 19:31 WIB
loading...
Aksi Unjuk Rasa Apdesi...
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto mengatakan, polisi memastikan bakal menyelidiki pelaku perusakan fasilitas saat unjuk rasa di depan Gedung DPR. Foto/MPI
A A A
JAKARTA - Aksi unjuk rasa Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) di depan Gedung DPR diwarnai kericuhan. Dalam aksi tersebut sejumlah fasilitas dirusak.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto mengatakan, polisi memastikan bakal menyelidiki pelaku perusakan fasilitas saat unjuk rasa di depan Gedung DPR. “Ya pasti (diselidiki) kita punya dokumentasi. Tapi kita pelan-pelan ya,“ katanya, Rabu (31/1/2024).

Karyoto mengatakan, untuk mengamankan aksi unjuk rasa pihaknya mengerahkan kurang lebih 3.000 personel. Dia menegaskan, hingga saat ini tidak ada peserta aksi massa yang diamankan.

Baca juga: Massa Apdesi Bakar Spanduk hingga Lempar Batu ke Gedung DPR RI

Meski begitu, ke depannya tidak menutup kemungkinan akan ada pihak yang dipanggil untuk mempertanggung jawabkan dari aksi perusakan itu. “Sampai saat ini tidak ada, belum ada. Nanti memungkinkan kita melihat kerusakan kita minta pertanggungjawaban karena sudah tidak wajar,” ujarnya.

Baca juga: Polisi Terjunkan 2.304 Personel Amankan Demo Apdesi di DPR

Sebelumnya, massa aksi Apdesi memaksa masuk ke dalam Gedung DPRI RI, dengan cara merusak pagar di depan gerbang utama. Cara mereka memaksa masuk yakni dengan menarik pagar yang sudah mulai terlihat bengkok yang ditarik-tarik dengan tambang.

Dari pantauan MNC Portal Indonesia pukul 14.10 WIB, aparat keamanan berusaha membubarkan para perusak pagar dengan semprotan water canon. Namun, ribuak massa tak juga gentar dengan semprotan air tersebut.

Mereka juga sesekali terlihat melempar batu ke dalam Gedung DPR RI di yang dihalau oleh aparat kepolisian. Mereka juga mengancam memblokade jalur tol di depan Gedung DPR jika tak diizinkan untuk masuk.

Situasi semakin memanas, setelah sejumlah massa rusuh dengan cara membakar spanduk dan melempar batu ke dalam gedung DPR. Massa juga mulai melemparkan botol platik ke dalam pagar gedung itu. Hingga kemudian mereka pun melempar batu dan benda keras berukuran kecil lainnya.

Di atas mobil orator, terdengar teriakan orasi yang menuntut adanya penentuan atau pengesahan Revisi UU Desa dilakukan hari ini. "Penentuannya hari ini (pengesahan Revisi UU Desa) bukan nanti, kami bosan dengan janji janji DPR," kata seorang dari mobil orator.

Sejumlah personel polisi yang berada di lokasi pun langsung bersiaga. Polisi sempat mengimbau untuk tetap membuat kondisi kondusif. Namun lemparan batu dari massa tak kunjung berhenti. "Saudara-saudara sekalian tolong tertib," kata anggota polisi melalu pengeras suara.

(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PP Himmah: Waspada Aksi...
PP Himmah: Waspada Aksi Reformasi Jilid II Dimanfaatkan Hambat Program Pemerintah
Cerita Perjalanan Revisi...
Cerita Perjalanan Revisi UU Polri, Kapolri Singgung Aksi Demo Agustus Kelam
Cerita Ray Rangkuti...
Cerita Ray Rangkuti Negosiasi dengan Marinir sebelum Menduduki Gedung DPR pada Mei 1998
Rekomendasi
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Kontroversi Piala Dunia...
Kontroversi Piala Dunia 2026: Iran Kecam Pejabat AS yang Ejek Kegagalan Team Melli
Norwegia Tantang Brasil...
Norwegia Tantang Brasil di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
Besok Upacara Peringatan...
Besok Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Cari Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
Gunung Dukono Maluku...
Gunung Dukono Maluku Utara Erupsi, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
Infografis
288 Pelaku Dark Web...
288 Pelaku Dark Web Ditangkap Polisi Internasional
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved