Zona Merah di Jawa Timur Dilarang Gelar Sekolah Tatap Muka

Rabu, 12 Agustus 2020 - 13:46 WIB
loading...
Zona Merah di Jawa Timur...
Pemprov Jawa Timurberencana membuka kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka langsung secara bertahap mulai Selasa (18/8/2020) mendatang. (Foto/SINDOnews/Dok)
A A A
SURABAYA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) berencana membuka kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka langsung secara bertahap mulai Selasa (18/8/2020) mendatang.

Rencana tersebut diberlakukan setelah Mendikbud Nadiem Makarim mengijinkan pembelajaran secara langsung untuk daerah berzona kuning di masa pandemi COVID-19.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, ujicoba tersebut akan diberlakukan dengan beberapa tahapan penting. Tidak semua sekolah melakukan uji coba proses belajar secara langsung. (BACA JUGA: Joe Biden Tunjuk Kamala Harris Jadi Cawapres)

"Pemprov Jatim akan melakukan uji coba proses belajar mengajar secara langsung di sekolah untuk jenjang SMA dan SMK secara selektif atas persetujuan bupati/walikota," ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Selasa (12/8/2020).

Khofifah menjelaskan, tidak semua sekolah akan dibuka dan melangsungkan proses belajar mengajar tatap muka secara langsung. Sekolah yang dibuka pun berdasarkan zonasi wilayah COVID-19 yang bukan zona merah.

"Jadi untuk sekolah yang berada di zona merah akan tetap ditutup. Sedangkan di zona hijau, kuning dan orange akan dibuka," terangnya.

Orang nomor satu di Jatim itu menegaskan, untuk sekolah yang berada di wilayah zona kuning proses belajar mengajar akan dibuka 50 persen dari jumlah siswa per kelas. Untuk zona orange 25 persen.

Di samping itu, setiap sekolah diminta menyiapkan empat mata pelajaran setiap harinya dengan durasi 45 menit setiap pelajaran.

Jadi lama pembelajaran tatap muka selama uji coba hanya empat jam pelajaran per hari tanpa jam istirahat. Artinya bila masuk sekolah pukul 07.00 WIB, maka pukul 10.00 WIB, sudah pulang sekolah. (BACA JUGA: Bupati Aceh Singkil dan Istrinya Positif COVID-19)

"Zonasi tersebut terus akan diperbaharui. Misal ada perubahan zonasi dari kuning ke orange maka kapasitas siswa yang masuk harus dikurangi dari 50 persen menjadi 25 persen. Hal yang kita harapkan adalah zona-zona tersebut bisa tetap pada kondisi yang baik," tegasnya.

Dirinya menambahkan, untuk sekolah di zona merah untuk sementara belum bisa dibuka. Hal tersebut bertujuan untuk mengurangi resiko siswa terpapar COVID-19.

"Bagi sekolah yang sudah dibuka berdasarkan zonasi tetap diminta untuk mematuhi protokol kesehatan dan menggunakan masker," lanjutnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Wahid Wahyudi menjelaskan, jajarannya telah melakukan koordinasi secara intensif dengan pemerintah Kabupaten/Kota.

“Masing-masing sekolah telah menyiapkan jadwal secara cermat, kapan seorang siswa hadir di sekolah untuk mengikuti pembelajaran tatap muka dan kapan belajar dari rumah. Demikian pula kurikulumnya, sudah disesuaikan dengan kurikulum darurat yang telah diterbitkan oleh Kemendikbud, dengan menekankan pada kompetensi inti dari suatu mata pelajaran," pungkasnya.
(vit)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dhoho International...
Dhoho International Airport Jadi Gerbang Baru Wisata Selatan Jawa Timur
Dorong Transparansi...
Dorong Transparansi Pendanaan NGO, Mahasiswa Jatim Minta Negara Perkuat Pengawasan
ESQ Raih Penghargaan...
ESQ Raih Penghargaan atas Inovasi Pemetaan Talenta ASN Terbanyak dan Termodern Berbasis AI di Jawa Timur
2 Dosen di Jawa Timur...
2 Dosen di Jawa Timur Ajari Ibu Rumah Tangga di Dukuh Setro Buat Minuman Herbal
Survei ARCI: 75,5% Warga...
Survei ARCI: 75,5% Warga Jawa Timur Puas Kebijakan Energi Prabowo–Gibran
Gempa M5,7 Guncang Banyuwangi
Gempa M5,7 Guncang Banyuwangi
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Lengkapi Berkas Perkara...
Lengkapi Berkas Perkara Tersangka Anwar Sadad, KPK Periksa 6 Saksi
Rekomendasi
Randy Martin Buka Bisnis...
Randy Martin Buka Bisnis Photobooth, Kemesraannya dengan Lyodra Curi Perhatian
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Berita Terkini
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Infografis
Protokol Kesehatan Pembelajaran...
Protokol Kesehatan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Masa Pandemi Covid-19
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved