BNPB Waspadai Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki, Sudah 6.000 Orang Mengungsi
Minggu, 28 Januari 2024 - 15:19 WIB
loading...
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto. Foto/BNPB
A
A
A
FLORES TIMUR - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) Letjen TNI Suharyanto mengingatkan agar waspadai aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki yang meningkat sejak akhir tahun 2023. Bahkan, saat ini ada 6.000 orang yang masih tertahan di pengungsian berminggu-minggu.
Diketahui, status Gunung Api Lewotobi Laki-laki saat ini awas atau level IV. Gunung ini terletak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan posisi geografis di Latitude -8.5389°LU, Longitude 122.7682°BT dan memiliki ketinggian 1584 mdpl.
“Vulkanologi di akhir tahun 2023 banyak yang aktif, sekarang paling diwaspadai betul Gunung Lewotobi Laki-laki karena statusnya awas. Ada 6.000 orang pengungsi di situ, tertahan berminggu-minggu,” ujar Suharyanto, Minggu (28/1/2024).
Baca juga; 1.185 Warga Mengungsi Akibat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki
Suharyanto pun mengatakan untuk mengantisipasi potensi dan dampak bencana di masa datang, BNPB bertekad untuk terus berupaya meningkatkan sistem peringatan dini multi ancaman bencana. “BNPB terus meningkatkan program peringatan dini untuk bencana tsunami, dan bencana-bencana lainnya,” pungkas Suharyanto.
Diketahui, status Gunung Api Lewotobi Laki-laki saat ini awas atau level IV. Gunung ini terletak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan posisi geografis di Latitude -8.5389°LU, Longitude 122.7682°BT dan memiliki ketinggian 1584 mdpl.
“Vulkanologi di akhir tahun 2023 banyak yang aktif, sekarang paling diwaspadai betul Gunung Lewotobi Laki-laki karena statusnya awas. Ada 6.000 orang pengungsi di situ, tertahan berminggu-minggu,” ujar Suharyanto, Minggu (28/1/2024).
Baca juga; 1.185 Warga Mengungsi Akibat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki
Suharyanto pun mengatakan untuk mengantisipasi potensi dan dampak bencana di masa datang, BNPB bertekad untuk terus berupaya meningkatkan sistem peringatan dini multi ancaman bencana. “BNPB terus meningkatkan program peringatan dini untuk bencana tsunami, dan bencana-bencana lainnya,” pungkas Suharyanto.
Lihat Juga :