alexametrics

Arus Pendek Listrik Diduga Penyebab Kapal Labitra Adinda Terbakar

loading...
Arus Pendek Listrik Diduga Penyebab Kapal Labitra Adinda Terbakar
Kapal Motor Penumpang Labitra Adinda yang dinahkodai Singgih Ariyono terbakar sekira pukul 15.00 Wita pada Kamis (17/5/2018) di Selat Bali. Foto SINDOnews/Kis K
A+ A-
DENPASAR - Kapal Motor Penumpang Labitra Adinda yang dinahkodai  Singgih Ariyono terbakar sekira pukul 15.00 Wita pada Kamis (17/5/2018) di Selat Bali. Sebelumnya KMP Labitra Adinda dengan membawa penumpang 25 orang bertolak dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan LCM Ketapang Banyuwangi.

Sekira pukul 14.00 WIB atau pukul 15.00 Wita pada saat kapal hendak menunggu antrian sandar di Pelabuhan LCM Ketapang tepat berada pada posisi kurang lebih 500 meter dari bibir pantai Ketapang (Banyuwangi Beach) terjadi kebakaran pada mesin kanan.

Selanjutnya ABK berusaha untuk memadamkan api dengan alat pemadam kebakaran namun api semakin besar dikarenakan cuaca tidak mendukung.  

Kemudian nahkoda bersama ABK mengevakuasi penumpang ke KMP Karya Maritim 2 yang pada saat itu berada di depan KMP Labitra Adinda.

"Semua penumpang selamat. Tidak ada korban luka maupun jiwa. Untuk kerugian materi saat ini masih dihitung," jelas Kasat Pol Air Polres Jembrana, Iptu Eddy Waluyo.

Seperti diketahui kapal tersebut akan tersebut menuju ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi dari Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana. Diduga Kapal Labitra Adinda terbakar akibat adanya arus pendek atau konsleting pada mesin.

"Dugaan sementara akibat adanya konsleting pada mesin," timpal Kanit Reskrim Polsek Gilimanuk, AKP Komang Muliadi.
 
Dia menjelaskan, kebakaran tersebut sempat berhasil dipadamkan sekira pukul 17.30 Wita namun api kembali muncul dan petugas pun berusaha memadamkan api yang membakar kapal tersebut. "Api kembali ada lagi. Petugas berupaya memadamkan api," pungkasnya.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak