Relawan Ganjar-Mahfud DIY Gelar Jalan Sehat Mubeng Beteng, Ini Maknanya

Minggu, 21 Januari 2024 - 09:56 WIB
loading...
Relawan Ganjar-Mahfud...
Pintu Belakang Kraton Yogyakarta jadi lokasi panggung untuk melepas peserta jalan sehat Mubeng Beteng yang digelar relawan Ganjar-Mahfud DIY. Foto/Erfan Erlin/MPI
A A A
YOGYAKARTA - Ribuan orang bergabung dalam acara jalan sehat Mubeng Beteng di Kraton Yogyakarta, yang diselenggarakan oleh Gabungan Relawan Ganjar-Mahfud DIY, dikenal sebagai Garda Istimewa. Acara ini dilaksanakan di Alun-alun Kidul Kompleks Kraton Yogyakarta, pada Minggu (21/1/2024) Minggu.

Widihasto Wasana Putra, koordinator penyelenggara, menjelaskan bahwa Mubeng Beteng ini secara khusus dipusatkan di Alun-alun Kidul karena memiliki tiga makna esensial. Selain menjadi bagian dari sambutan terhadap pesta demokrasi, acara ini juga diarahkan untuk melestarikan budaya.

"Mubeng Beteng ini tak hanya sebatas olahraga, tetapi juga sarat dengan makna lain," ujar Widihasto.

Makna pertama dari kegiatan ini adalah sebagai sarana mempererat kebersamaan lintas komponen masyarakat, menyambut pesta demokrasi. Harapannya, Pemilu 2024 dapat berlangsung dengan jujur, adil, dan bermartabat, sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga: Ribuan Warga Ikuti Jalan Sehat Mubeng Beteng Relawan Ganjar-Mahfud di Alun-Alun Kidul Yogyakarta

Pemilihan titik start dan finish di Kagungan nDalem Alun-Alun Selatan Kraton Yogyakarta dijelaskan sebagai media edukasi sejarah kepada masyarakat tentang keberadaan Kesultanan Yogyakarta sebagai Daerah Istimewa dalam NKRI.

"Pak Ganjar adalah salah satu pelopor UU Keistimewaan DIY, dan itu tidak akan kita lupakan," tambahnya.

Keraton Yogyakarta, berdiri sejak 1755, tetap menjadi salah satu pilar penyangga peradaban, bukan hanya bagi DIY tetapi juga bagi Indonesia secara keseluruhan. Keraton juga menjadi simbol cinta warga Jogja terhadap NKRI, karena bersedia bergabung dalam NKRI pada masa kemerdekaan.

Mubeng Beteng juga menjadi sarana konsolidasi untuk memantapkan relawan dan mendukung kemenangan Ganjar-Mahfud dalam Pemilu 2024. Dengan partisipasi ribuan peserta, semakin jelas bahwa semangat perjuangan harus semakin ditingkatkan.

"Kami yakin Ganjar-Mahfud akan menang dalam satu putaran," ujar Widihasto optimistis.

Selain itu, Widihasto menambahkan bahwa kegiatan Mubeng Beteng juga merupakan upaya untuk menjaga keistimewaan. Ritual yang dilakukan di Kraton Yogyakarta setiap malam 1 Muharram atau malam 1 Suro juga menjadi bagian dari tradisi yang dijaga.

Tradisi Mubeng Beteng sendiri telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) dari DIY. Esensi tradisi ini menciptakan momen refleksi bersama, perenungan, kontemplasi, dan permohonan perlindungan untuk perjalanan setahun ke depan. Peserta Mubeng Beteng biasanya menjalani ritual ini dalam hening, dengan larangan berbicara atau "Topo Bisu".

Abdi Dalem yang terlibat dalam kegiatan ini bahkan melepas kerisnya dan berjalan tanpa sandal, sebagai simbol untuk merasakan alam dan Tuhan dalam perjalanan spiritual ini. Mubeng Beteng, yang awalnya adalah kegiatan kontemplatif, kini menjadi bagian yang penting dalam menjaga dan merayakan kearifan lokal di DIY.
(hri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rayakan HUT ke-4, Next...
Rayakan HUT ke-4, Next Hotel Yogyakarta Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Eurasia Clinic Hair...
Eurasia Clinic Hair Transplant Siap Jadi Klinik Nomor 1 di Indonesia
Masjid Jogokariyan Bagikan...
Masjid Jogokariyan Bagikan 3.800 Takjil Setiap Hari selama Ramadan 2026, Menu Opor Ayam hingga Tongseng
Dukung Tradisi Meugang...
Dukung Tradisi Meugang di Aceh, Prabowo Salurkan Bantuan Rp72,75 Miliar
Sindir Polemik Ijazah,...
Sindir Polemik Ijazah, Rocky Gerung: Tut Wuri Malsuin Ijazah
Mengenal Tradisi Perempuan...
Mengenal Tradisi Perempuan Sumba, Merawat Tenun Sumba Tetap Lestari
Karaton Ngayogyakarta...
Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat Perkuat Promosi Budaya dan Pariwisata Yogyakarta di Pasar Global
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
Rekomendasi
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
PMGO 2026 Cetak Rekor...
PMGO 2026 Cetak Rekor Guinness, Lebih dari 1,2 Juta Pendaftar Turnamen
Berita Terkini
Kasus Penipuan Hanania...
Kasus Penipuan Hanania Travel, Polda Metro Periksa 70 Saksi
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo Beberkan Konstruksi Laporan Terhadap Lechumanan dan Rismon
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
PTUN Serang Tutup Gugatan...
PTUN Serang Tutup Gugatan Yayasan Syarif Hidayatullah, Pengacara: Kepemilikan UIN Jakarta Kian Tegas
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved