Diperiksa Bawaslu Terkait Video Bagi-bagi Uang, Gus Miftah Bantah Lakukan Money Politics

Senin, 08 Januari 2024 - 18:26 WIB
loading...
Diperiksa Bawaslu Terkait...
Gus Miftah menolak keras tudingan video viral dirinya bagi-bagi uang adalah politik uang (money politics). Foto/Erfan Erlin
A A A
SLEMAN - Penceramah Miftah Maulana Habiburokhman atau yang akrab dipanggil Gus Miftah menolak keras tudingan video viral dirinya bagi-bagi uang adalah politik uang (money politics). Dia menegaskan, kegiatan tersebut merupakan sedekah seperti yang sering dilakukan di Pondok Pesantren Ora Aji.

Kebetulan dirinya diminta oleh pemilik uang sekaligus yang mengundangnya ke Pamekasan Madura, Haji Haer. Dia hanya membagikan sebagian uang dan sisanya dibagikan orang lain.

Dia meminta kepada Haji Haer agar ada orang lain yang membantu membagikan uang karena tidak mampu bagi-bagi uang sendirian kepada 1.000 orang yang hadir. Saat itu ada karyawan Haji Haer yang juga turut membagikan uang tersebut dan juga divideokan.

Baca juga; Gus Miftah Diperiksa Bawaslu, Dicecar 28 Pertanyaan Terkait Video Bagi-bagi Uang

Namun dalam video yang diunggah di media sosial dipotong hanya dirinya yang bagi-bagi uang. “Setelah saya membagi (uang) itu masih ada video orang lain yang bagi Anda enggak viral,” jelasnya seusai diperiksa Bawaslu Pamekasan di Pondok Pesantren Ora Aji, Sleman, Senin (8/1/2024).

Gus Miftah mengatakan, kehadiran Bawaslu Pamekasan ke kediamannya dengan agenda pemeriksaan terhadap terlapor. Intinya Bawaslu memeriksa dirinya terkait dengan video sedekah di Pamekasan. Salah satunya yang diklarifikasi itu uang siapa yang dibagi-bagikan.

Gus Miftah menambahkan, dirinya datang ke kediaman Haji Haer karena diundang untuk minum kopi dan sedekah harian dari perusahaannya PT Bawang Emas di Pamekasan. Gus Miftah kembali menegaskan jika uang tersebut bukan miliknya.

“Itu uangnya haji Haer. Saya diminta untuk ikut membagikannya,” tegasnya.

Baca juga; Ganjar Pranowo Minta Bawaslu Usut Soal Gus Miftah Bagi-bagi Uang di Pamekasan

Gus Miftah kembali menegaskan apa yang dilakukan adalah acara sedekah seperti sedekah yang sering dilakukan di Pondok Pesantren Ora Aji. Dia dalam kegiatan tersebut hanya dimintai tolong untuk membagikan sedekah.

Jika kemudian ada yang membawa kaus bergambar Prabowo Subiyanto, Gus Miftah mengatakan hal itu di luar wilayahnya. Dia baru tahu jika ada yang membawa kaus tersebut ketika melihat video yang viral itu. “Itu semua sudah saya sampaikan ke Bawaslu,” ujarnya.

Jika hal tersebut dianggap sebagai kampanye, Gus Miftah justru mempertanyakan tudingan tersebut. Jika kampanye mengapa hanya satu orang yang membawa kaus dan kenapa dirinya tidak membagikan banyak kaus kepada semua yang hadir.

Ketika hal itu dianggap money politics, dia justru menganggapnya aneh. Biasanya money politics dilakukan secara sembunyi-sembunyi tidak terang-terangan. Menurut dia logika money politics itu tidak nyambung.

Baca juga; Orasi Kebangsaan di Gereja Dihujat, Gus Miftah: Alhamdulillah

“Saya justru tahu ada banyak orang itu setelah saya mau sampai lokasi karena agenda awalnya cuman ngopi-ngopi dengan haji Haer," tuturnya.

Gus Miftah mengakui dirinya memang pendukung capres Prabowo Subiyanto namun bukan dari Tim Pemenangan Nasional (TPN) ataupun Tim Pemenangan Daerah (TPD). Dirinya juga bukan calon anggota legislatif sehingga hubungan dirinya dengan Prabowo Subiyanto itu hanyalah hubungan tanpa status.

Dia mengaku dulu memang pernah diberi mandat untuk silaturahmi ke para kiai. Namun, saat ini memang sudah berbeda statusnya, dirinya hanya pendukung Prabowo sama seperti pendukung yang lain.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral Aksi Penertiban...
Viral Aksi Penertiban Paksa Pedagang Es Krim di CFD, Satpol PP DKI Jakarta Akhirnya Minta Maaf
Gus Miftah Soroti Bullying...
Gus Miftah Soroti Bullying hingga Judi Online, Pesantren Diminta Jadi Ruang Aman Santri
Momen Tiga Tokoh NU...
Momen Tiga Tokoh NU Mengikuti Pendidikan Kepemimpinan di PMKNU Cirebon
Fenomena Awan Pelangi...
Fenomena Awan Pelangi Muncul di Langit Jonggol, BMKG: Berkaitan dengan Optik Atmosfer
Viral Kasus Mahasiswa...
Viral Kasus Mahasiswa Rekam Dosen di Toilet Kampus, Ini Respons Polda Banten
Pemulihan Bencana Sumatera,...
Pemulihan Bencana Sumatera, Gus Miftah Gelar Doa untuk Negeri dan Keselamatan Bangsa
Polemik Ijazah Jokowi,...
Polemik Ijazah Jokowi, Bonatua Silalahi Gugat KPU, Bawaslu, hingga Rektor UGM
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
Viral Bocah Nyaris Masuk...
Viral Bocah Nyaris Masuk Kandang Gajah Ragunan, Pengelola Curiga Sengaja
Rekomendasi
Bukti Geely Serius di...
Bukti Geely Serius di Indonesia: Kapasitas Produksi EX2 Dilipatgandakan!
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
PLN EPI Dorong Zero...
PLN EPI Dorong Zero Waste lewat Pengelolaan Sampah Terpilah dan Daur Ulang
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Infografis
Profil 10 Pahlawan Nasional...
Profil 10 Pahlawan Nasional Tahun 2025 dan Jasanya bagi Negara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved