Tanggap Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, BRI Peduli Distribusikan Obat-obatan
Minggu, 07 Januari 2024 - 23:21 WIB
loading...
BRI Peduli mendistribusikan obat-obatan, sembako, dan air mineral untuk warga yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Foto/Istimewa.
A
A
A
FLORES TIMUR - Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, erupsi dan mengeluarkan abu panas sejak Senin 1 Januari 2024. BRI Peduli bergerak cepat dengan mendistribusikan obat-obatan, sembako, dan air mineral untuk warga yang terdampak.
Badan Meteorologi dan Geofisika telah menetapkan status siaga darurat bencana alam imbas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki berlaku sejak 1 Januari 2024 hingga 14 Januari 2024. Berbagai bantuan tanggap bencana diberikan untuk meringankan beban para korban.
Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernandi mengatakan, gerak cepat penyaluran bantuan kepada korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki merupakan wujud kepedulian BRI melalui aktivitas Corporate Social Responsibility (CSR).
Baca juga; 1.185 Warga Mengungsi Akibat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki
“Kami terus bekerja sama dan berkolaborasi dengan semua pihak untuk bahu membahu meringankan beban masyarakat terdampak,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Minggu (7/1/2024).
Badan Meteorologi dan Geofisika telah menetapkan status siaga darurat bencana alam imbas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki berlaku sejak 1 Januari 2024 hingga 14 Januari 2024. Berbagai bantuan tanggap bencana diberikan untuk meringankan beban para korban.
Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernandi mengatakan, gerak cepat penyaluran bantuan kepada korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki merupakan wujud kepedulian BRI melalui aktivitas Corporate Social Responsibility (CSR).
Baca juga; 1.185 Warga Mengungsi Akibat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki
“Kami terus bekerja sama dan berkolaborasi dengan semua pihak untuk bahu membahu meringankan beban masyarakat terdampak,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Minggu (7/1/2024).
Lihat Juga :