alexametrics

UGM, ITS dan UNY Juarai Mobil Hemat Energi Asia

loading...
UGM, ITS dan UNY Juarai Mobil Hemat Energi Asia
Tim Garuda UNY dan tim Semar UGM saat mengikuti SEM di Singapura 7-11 Maret lalu. Foto/Dok UNY dan UGM
A+ A-
SLEMAN - Tiga tim mobil hemat energi Indonesia yaitu Semar dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Sapuangin dari Institut Teknologi Surabaya (ITS) dan Garuda dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) akan mewakili Asia dalam kompetisi Drivers World Championship (DWC) atau adu cepat mobil hemat energi tingkat dunia di London, Inggris, 8 Juli mendatang.   
Kepastian ini, setelah dalam lomba tingkat Asia, Shell Eco Marathon (SEM) 7-11 Maret lalu di Singapura berhasil menempati posisi tiga teratas kategori DWC tingkat Asia. UGM sebagai juara 1, ITS juara 2 dan UNY juara 3. Selain DWC dalam SEM tersebut juga melombakan kategori, urban gasoline proto electric. SEM sendiri diikuti 120 tim dari perguruan tinggi se-Asia dan Australia.
 
DWC sendiri merupakan ajang bergensi kompetisi otomotif dunia tingkat mahasiswa. Selain untuk menguji kecepatan kendaraan dan keandalan pengemudinya, kendaraan tersebut juga harus hemat. Termasuk untuk menginspirasi para pelajar dan mahasiswa agar terus berkarya dan melakukan inovasi.
 
Namun begitu, keselamatan juga merupakan hal utama dalam kompetisi ini, baik keselamatan pengiriman mobil ke lokasi lomba dan juga keselamatan pengemudi saat di arena. Peserta hanya mendapat dua kali percobaan dan harus mencapai hasil efisiensi energi minimal 95% dari hasil capaian di tingkat regional.
 
Ketua Tim Semar UGM  Antonius Adhika mengatakan, apa yang diraih tim UGM ini tentu sangat membanggakan. Sebab ini pertama kali UGM mengikuti ajang SEM. Apalagi UGM dalam ajang tersebut dapat meraih prestasi terbaik. Selain menjadi kampiun di DWC, juga meraih prestasi untuk kategori urban gasoline dan proto electric. Urban gasoline menjadi juara 2 di kelas internal combustion engines (ICE) dan di kelas proto electrik juara 4 kategori proto battery electric.
 
Menurut Andhika, sebenarnya untuk kategori proto electric tim Semar UGM sempat bertengger di posisi ke 2, namun karena ada masalah di bearing (bantalan) karena pecah saat di akhir lomba, sehingga tidak bisa memperbaiki milegae meski ada kesempatan untuk perbaikan tersebut.
 
“Tapi pencapaian ini sudah cukup bagus dan  banyak pengalaman yang kita dapatkan untuk bahan perbaikan ke depan,” kata Adhika.
 
Pembimbing Tim Semar  UGM, Jayan Sentanuhady menambahkan dengan berbekal pengalaman tesebut diharapkan tim UGM dapat menunjukkan dan meningkatkan prestasinya saat tampil di DWC tingkat dunia.
 
“Ini yang susah, oleh sebab itu ramuan antara performance mesin, aerodinamika body, keandalan struktur kendaraan dan habit pengemudi menjadi ajang racikan yang pas. Ini tantangannya, mem-balance dari hal-hal di atas,”  jelas dosen teknis mesin UGM itu.
 
Hal senada dikatakan tim manager Garuda UNY, Ilham Novi Yoga untuk ajang SEM ini UNY berhasil menyabet tiga juara. Selain juara 3 DWC regional Asia, juga menjadi juara 3 kelas ICE kategoeri urban gazoline dan juara 1 safety award kategori proto electric.  
“Pastinya sangat bersyukur atas berkah ini. Dari menjadi tim pertama kali yang lolos tahap inspeksi hingga bisa mendapatkan tiket ke London. Sangat senang dan bersyukur,” ungkap Ilham.
 
Rektor UNY Prof Dr Sutrisna Wibawa sangat bersyukur dan bangga. Untuk itu tetap mengharapkan timnya dapat meningkatkan prestasi dalam ajang dunia nanti.
UGM, ITS dan UNY Juarai Mobil Hemat Energi Asia
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak