Hari Disabilitas, Ratusan Karya Seni Anak Berkebutuhan Khusus Meriahkan Tebet Eco Park
Minggu, 17 Desember 2023 - 15:43 WIB
loading...
A
A
A
"Sinfoni adalah kata yang berasal dari bahasa Italia, yaitu 'sinfonia', yang memiliki arti simfoni dalam bahasa Indonesia. 'Sinfoni Dalam Keterbatasan' secara metaforis menggambarkan kekuatan dan keindahan yang ada dalam keterbatasan anak-anak berkebutuhan khusus," kata Romima.
"Sinfoni melambangkan kolaborasi yang harmonis antara berbagai keunikan dan potensi anak-anak untuk menciptakan sesuatu yang istimewa dan luar biasa," tambahnya.
Bersamaan dengan pameran, pihaknya menggelar workshop yang dihadiri sejumlah pembicara antara lain Head of Special Education Sekolah Cita Buana, Nouf Zahra Anastasia dan Adrian Soebiantoro selaku Design Director Yayasan Griya Filoksenia Kreatif.
Selanjutnya, pemerhati anak-anak berkebutuhan khusus Happy Putro Wibowo dan Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin yang diwakili Kabag Kesra Pemkot Jaksel Khabib Asyari.
"Dalam workshop kami mengulas tentang pendidikan inklusi bagi anak berkebutuhan khusus, berbagi pengalaman para guru serta orang tua anak berkebutuhan khusus," ujarnya.
"Selain itu, kami menghadirkan empat anak berkebutuhan khusus yang menginspirasi, yakni Calli, Claire, Arra dan Fikri yang kini sudah bekerja sebagai graphic designer di Yayasan Griya Filoksenia Kreatif," sambungnya.
"Sinfoni melambangkan kolaborasi yang harmonis antara berbagai keunikan dan potensi anak-anak untuk menciptakan sesuatu yang istimewa dan luar biasa," tambahnya.
Bersamaan dengan pameran, pihaknya menggelar workshop yang dihadiri sejumlah pembicara antara lain Head of Special Education Sekolah Cita Buana, Nouf Zahra Anastasia dan Adrian Soebiantoro selaku Design Director Yayasan Griya Filoksenia Kreatif.
Selanjutnya, pemerhati anak-anak berkebutuhan khusus Happy Putro Wibowo dan Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin yang diwakili Kabag Kesra Pemkot Jaksel Khabib Asyari.
"Dalam workshop kami mengulas tentang pendidikan inklusi bagi anak berkebutuhan khusus, berbagi pengalaman para guru serta orang tua anak berkebutuhan khusus," ujarnya.
"Selain itu, kami menghadirkan empat anak berkebutuhan khusus yang menginspirasi, yakni Calli, Claire, Arra dan Fikri yang kini sudah bekerja sebagai graphic designer di Yayasan Griya Filoksenia Kreatif," sambungnya.
Lihat Juga :