Desa Muara Tolang Terisolir Akibat Jembatan Rusak hingga Akses Jalan Lumpuh

Minggu, 09 Agustus 2020 - 12:54 WIB
loading...
Desa Muara Tolang Terisolir Akibat Jembatan Rusak hingga Akses Jalan Lumpuh
Kapolres Taput AKBP Jonner MH Samosir bersama jajaran membantu penduduk desa yang terisolir akibat jembatan rusak hingga akses jalan terputus. Foto/SINDOnews/Robert FH
A A A
TAPANULI UTARA - Jembatan rusak di Sungai Aek Puli mengakibatkan Dusun dan Desa Muara Tolang, di Kecamatan Simangumban, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Provinsi Sumatera Utara, terisolir.

Desa Muara Tolang merupakan Desa terpencil di sebelah Tenggara Taput atau berbatasan di wilayah pengunungan Kabupaten Tapanuli Selatan.

Jembatan penghubung Desa Muara Tolang ke pusat Kecamatan Simangumban, rusak pada Minggu 2 April 2020, akibat bencana alam.

Kapolres Taput AKBP Jonner MH Samosir bersama personelnya, Sabtu (8/8/2020), meninjau kondisi jembatan yang rusak dan melakukan gotong-royong bersama TNI dan masyarakat.

Dia mengatakan, dia turun meninjau jembatan rusak untuk melihat dan mendengar langsung keluhan masyarakat.

"Kita juga sudah berkoordinasi dengan Bupati Taput, agar perbaikan jembatan itu dilakukan sesegera mungkin. Dan pihak Pemerintah Daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum sudah menurunkan alat berat," katanya, Sabtu (8/8/2020).

Untuk mengurangi beban warga, sebut kapolres, pihaknya memberikan bantuan sosial berupa sembako kepada masyarakat.

"Mudah-mudahan bisa mengurangi beban yang terjadi, akibat rusaknya jembatan itu hingga terisolirnya Dusun dan Desa Muara Tolang," jelasnya.

Pantauan di lapangan, jembatan sepanjang sekitar 35 meter lebih itu, rusak atau lantainya ambles.

TNI-Polri dan masyarakat bergotong-royong dibantu alat berat Pemerintah Daerah memperbaiki jembatan darurat dengan menggunakan pokok kelapa pengganti lantai jembatan.

Joel Simatupang (49), seorang penduduk menerangkan, Desa Muara Tolang, Desa Lobu Sihim dan Desa Doloksanggul yang berada di wilayah pengunungan Kecamatan Simangumban Taput, merupakan Desa sebagai sentra pertanaman budidaya pisang. (Baca juga: Gunung Sinabung Kembali Erupsi, Semburan Abu Vulkanik Capai 1 Km)

Rusaknya jembatan yang menghubungkan Desa Muara Tolang ke Desa Lobu Sihim dan Doloksanggul atau menuju pusat Kecamatan Simangumban, berakibat penduduk tidak bisa mengangkut produksi perkebunan. (Baca juga: Wisata Berastagi Masih Bergeliat Pasca Hujan Abu Sinabung)

"Saat ini ada sekitar 400-600 hektare tanaman buah pisang yang sudah produksi di tiga desa ini. Penduduk dalam lima tahun terakhir beralih ke tanaman budidaya pisang. Varietas pisang barangan yang ditanam penduduk dalam 2 tahun terakhir sudah panen raya dan pemasarannya ke Jakarta," jelas Joel.
(boy)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2271 seconds (10.55#12.26)