Berkat Program BRI, Pelaku Usaha Kopi Akar Wangi Asal Garut Semakin Tumbuh
Selasa, 05 Desember 2023 - 13:44 WIB
loading...
Foto: dok. BRI
A
A
A
JAKARTA - Klaster usaha Kopi Akar Wangi merupakan contoh nyata peran Bank BRI dalam mengembangkan usaha kopi lokal. Desa Sukalaksana menjadi titik awal program Desa BRILian yang memberikan pendampingan dan bantuan bagi para petani kopi di wilayah tersebut.
Kampung Waluran Tonggoh, Desa Sukalaksana, Kec. Samarang, Kabupaten Garut, berhasil masuk nominasi hingga menjadi juara yang membuatnya kemudian menjadi desa binaan BRI. Dari situ, peluang pemberdayaan masyarakat pun semakin terbuka lebar.
"Kalau bentuk dukungan dari BRI berupa sarana dan prasarana dalam menjalankan Klaster Usaha Kopi Akar Wangi ini. Kita mendapatkan bantuan greenhouse hingga alat-alat dari hulu sampai hilir. Dari mulai hulu itu misalnya alat-alat dari proses panen, alat pengolahan, hingga pengemasan di hilirnya, semuanya adalah bantuan dari BRI,” ungkap Adi Ahmad Nasir (32), yang merupakan sosok di balik layar klaster usaha Kopi Akar Wangi yang dikembangkan oleh masyarakat setempat, demikian seperti dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (5/12/2023).
Selain sarana dan prasarana, mereka juga mendapatkan pelatihan serta pendampingan terkait dengan pengelolaan hingga pemasaran agar bisa menjadi klaster usaha yang mandiri.
“Kami juga sudah memiliki outlet coffee shop modern di Rest Area Parabon. Kalau dulu kita cuma bisa menjual, sekarang kita sudah punya hilirnya, sudah punya alat-alatnya, jadi kita buat coffee shop juga,” terangnya.
Kampung Waluran Tonggoh, Desa Sukalaksana, Kec. Samarang, Kabupaten Garut, berhasil masuk nominasi hingga menjadi juara yang membuatnya kemudian menjadi desa binaan BRI. Dari situ, peluang pemberdayaan masyarakat pun semakin terbuka lebar.
"Kalau bentuk dukungan dari BRI berupa sarana dan prasarana dalam menjalankan Klaster Usaha Kopi Akar Wangi ini. Kita mendapatkan bantuan greenhouse hingga alat-alat dari hulu sampai hilir. Dari mulai hulu itu misalnya alat-alat dari proses panen, alat pengolahan, hingga pengemasan di hilirnya, semuanya adalah bantuan dari BRI,” ungkap Adi Ahmad Nasir (32), yang merupakan sosok di balik layar klaster usaha Kopi Akar Wangi yang dikembangkan oleh masyarakat setempat, demikian seperti dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (5/12/2023).
Selain sarana dan prasarana, mereka juga mendapatkan pelatihan serta pendampingan terkait dengan pengelolaan hingga pemasaran agar bisa menjadi klaster usaha yang mandiri.
“Kami juga sudah memiliki outlet coffee shop modern di Rest Area Parabon. Kalau dulu kita cuma bisa menjual, sekarang kita sudah punya hilirnya, sudah punya alat-alatnya, jadi kita buat coffee shop juga,” terangnya.
Lihat Juga :