Cerita Siman dan Besowo, Desa Suci di Kediri yang Dijaga Harimau Siluman

Sabtu, 02 Desember 2023 - 09:27 WIB
loading...
Cerita Siman dan Besowo,...
Desa Suci Siman dan Besowo di Kediri dijaga harimau siluman. Foto/Ilustrasi
A A A
KEDIRI - Pada masa Dewi Kilisuci memilih menjadi pertapa di Gua Selomangleng daripada menggantikan tahta Raja Airlangga, terdapat dua desa di wilayah Kediri, Jawa Timur yang terkenal aman dan tentram.

Dua desa itu adalah Desa Siman dan Desa Besowo, yakni saat ini berada di wilayah Kepung Kabupaten Kediri.

Siman dan Besowo merupakan desa yang bersih dari kejahatan manusia. Senantiasa terhindar dari praktik molimo (mabok, madon, madat, maling dan main) dan semua tindak kejahatan lainnya.

Baca Juga: Pedang Luwuk Blambangan, Pusaka Sakti Andalan Rempeg Jogopati dari Darah Perawan

Semua itu berawal dari adanya larangan praktik kejahatan dari dua orang pandhita perjaka kakak adik yang tersohor kesaktiannya. Barang siapa yang berani berbuat jahat di Desa Siman dan Desa Besowo maka akan diterkam harimau peliharaan sang pandhita.

“Jika ada orang yang melanggar larangan tersebut, seketika dia akan mati karena dimangsa harimau,” demikian dikutip dari buku Kisah Brang Wetan Berdasarkan Babad Alit dan Babade Nagara Patjitan (2021).

Nyaris seluruh warga desa Siman dan Besowo menaati larangan itu. Mereka percaya akan tertimpa celaka jika berani melanggar. Sebab setiap kali ada perselingkuhan atau pencurian, tidak sampai tiga hari pelaku ditemukan mati diterkam harimau.

Desa Siman dan Desa Besowo secara topografis berada tidak jauh dari kawasan sungai atau kali Serinjing. Sebuah punden kuno ditemukan di Dusun Bogorpradah Desa Siman.

Baca Juga: Kisah Amangkurat III Marah Besar dan Mengebiri Adipati Ponorogo hingga Tewas

Punden yang berada di bawah pohon pule itu diyakini dulunya permukiman kuno di mana di sekitarnya banyak ditemukan artefak.

Sementara dengan banyaknya kejadian pelaku kejahatan mati dimangsa harimau di Desa Siman dan Besowo, semua orang takut berbuat jahat atau melakukan pelanggaran moral.

Dalam perjalanannya lantaran saking kuatnya bertirakat (tapa), dua pandhita kakak adik itu moksa dan hanya meninggalkan sepotong celana dan baju. Meski demikian larangan tidak melakukan kejahatan tetap dipatuhi warga desa.

Dalam Kisah Brang Wetan disebutkan, hingga tahun 1911 Desa Siman dan Besowo tercatat sebagai desa yang aman dan tenteram. Nyaris tidak pernah terjadi tindak kejahatan atau pelanggaran moral.

Baca Juga: Kisah Sewa Tanah di Era Sultan HB IV Picu Kebencian Pribumi ke Tionghoa dan Eropa

Para pelaku kejahatan di luar kedua desa itu juga gentar. Mereka tak ingin mati tragis dimangsa harimau. Selain harimau betulan, di Desa Siman dan Besowo juga terdapat cerita adanya harimau siluman atau jadi-jadian.

Ceritanya, sebelum moksa pandhita sakti kakak beradik itu membuat sebuah arca harimau jantan sebesar gajah. Dari lubang hidung dan dubur arca harimau mengeluarkan air.

Konon, air itu bertuah. Barang siapa yang meminum air yang keluar dari dubur arca, maka akan menjelma menjadi seekor harimau siluman. Harimau itu yang menjaga desa dari tindak kejahatan.

Untuk kembali menjadi manusia, si harimau siluman cukup meminum air dari hidung arca. Sebagian besar warga Desa Siman dan Desa Besowo mempercayai mitos itu.

Disebutkan dalam Kisah Brang Wetan Berdasarkan Babad Alit dan Babade Nagara Patjitan, arca harimau itu masih ada. Hanya saja dari lubang hidung dan duburnya sudah tidak lagi mengalirkan air.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Navaswara Angkat Legenda...
Navaswara Angkat Legenda Banten Lewat Festival Storytelling Suara Nusantara 2026
Aneh! Ilmuwan Temukan...
Aneh! Ilmuwan Temukan Mumi Cheetah Langka di Gurun Arab
Legenda Roro Jonggrang...
Legenda Roro Jonggrang dan Sejarah Candi Prambanan: Fakta, Mitos, dan Makna Budayanya
Rekomendasi
KPK Telusuri Pembelian...
KPK Telusuri Pembelian Aset Fadia Arafiq saat Jabat Bupati Pekalongan
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Berita Terkini
7.000 Massa Gelar Unjuk...
7.000 Massa Gelar Unjuk Rasa Dukung Pemerintahan Prabowo di Silang Monas
MNC Peduli dan MNC Tourism...
MNC Peduli dan MNC Tourism Gelar Edukasi Gizi dan Demo Masak di Kampung Cibilik Sukabumi
Data NIK Jadi Penentu,...
Data NIK Jadi Penentu, Warga Diimbau Cek Syarat Pembebasan PBB-P2
5 Titik Aksi Demo di...
5 Titik Aksi Demo di Jakarta Hari Ini, 4.263 Personel Gabungan Dikerahkan
Kejati Banten Usut Dugaan...
Kejati Banten Usut Dugaan Korupsi 3 Yayasan, Warek II UIN Jakarta Beberkan Bukti Penting
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved