Kisah Gaya Hidup Hedon Bangsawan Pribumi dari Uang Sewa Tanah Penjajah Belanda
Jum'at, 01 Desember 2023 - 07:14 WIB
loading...
Sri Sultan HB IV naik tahta ketika usianya masih muda. Hal itu membuatnya kerap ditekan dan dikendalikan oleh eksternal keraton, terutama penjajah Belanda. Foto/Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat
A
A
A
PANGERAN Diponegoro harus bersinggungan dengan adiknya sendiri yang dilantik menjadi Sultan atau Raja Keraton Yogyakarta. Saat itu Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) IV memang naik tahta ketika usianya masih muda.
Hal itu membuatnya kerap ditekan dan dikendalikan oleh pihak eksternal keraton, terutama penjajah Belanda.
Baca juga: Kisah Sewa Tanah di Era Sultan HB IV Picu Kebencian Pribumi ke Tionghoa dan Eropa
Salah satu bukti yang nyata adalah pemberian hak sewa tanah di beberapa lokasi di Yogyakarta. Di mana saat itu Residen Belanda di Yogyakarta dan Surakarta Nahuys Van Burgst mengajukan secara khusus terkait hak sewa tanah.
Tak cuma itu, Nahuys meminta para penduduk di sekitar area hak sewa tanah menggarap tanah di Bedoyo, kawasan lereng Gunung Merapi untuk perkebunan kopi.
Belum lagi setelah itu efek Nahuys benar-benar terasa hingga hukum agraria Jawa bisa berganti.
Hal itu membuatnya kerap ditekan dan dikendalikan oleh pihak eksternal keraton, terutama penjajah Belanda.
Baca juga: Kisah Sewa Tanah di Era Sultan HB IV Picu Kebencian Pribumi ke Tionghoa dan Eropa
Salah satu bukti yang nyata adalah pemberian hak sewa tanah di beberapa lokasi di Yogyakarta. Di mana saat itu Residen Belanda di Yogyakarta dan Surakarta Nahuys Van Burgst mengajukan secara khusus terkait hak sewa tanah.
Tak cuma itu, Nahuys meminta para penduduk di sekitar area hak sewa tanah menggarap tanah di Bedoyo, kawasan lereng Gunung Merapi untuk perkebunan kopi.
Belum lagi setelah itu efek Nahuys benar-benar terasa hingga hukum agraria Jawa bisa berganti.
Lihat Juga :