Kisah Ki Ageng Gentiri, Sosok Robin Hood Kediri yang Bikin Belanda Ketar-Ketir
Minggu, 26 November 2023 - 06:50 WIB
loading...
A
A
A
Di Kediri, ulah Mbah Boncolono Gentiri membuat kaki tangan kompeni kelabakan. Mereka tak menyangka bakal mendapat gangguan yang bertubi-tubi.
Apalagi saat Tumenggung Mojoroto dan Tumenggung Poncolono beserta murid-muridnya menyatakan menjadi sekutu Mbah Boncolono. Aksi penjarahan semakin menjadi-jadi.
“Belanda pun marah dan memerintahkan antek-anteknya mengejar Mbah Boncolono hidup atau mati," demikian cerita tutur yang beredar. Mbah Boncolono harus ditangkap hidup atau mati.
Begitu tekad antek-antek kumpeni Belanda. Namun meringkus Mbah Boncolono bukan perkara mudah. Mbah Boncolono dicintai rakyat.
Saat terkepung, pencuri budiman tersebut selalu berhasil meloloskan diri. Konon, cukup mengandalkan seberkas cahaya, dia bisa menyusup ke dalam bangunan melalui lobang sekecil apa pun.
Begitu juga saat terkepung. Cukup merapatkan diri ke tembok, tiang atau pohon di dekatnya, Mbah Boncolono akan lenyap dalam sekejap.
Mbah Boncolono konon juga kebal senjata. Dia seperti tidak merasakan peluru-peluru yang memberondong tubuhnya.
Kalau pun ambruk, ia akan hidup lagi, sehat seperti sedia kala. "Dia bisa hidup lagi ketika tubuhnya menyentuh tanah," begitu yang tertulis dalam “Wali Berandal Tanah Jawa”.
Setiap kesaktian selalu ada pengapesannya. Ada masa nahasnya. Ada titik lemahnya.
Kompeni terus memutar otak menelusuri kelemahan Mbah Boncolono. Desas-desus yang mereka dengar, Mbah Boncolono menguasai ilmu Pancasona atau Rawa Rontek. Sebuah ilmu kuno yang pemiliknya sulit menemui ajal.
Setiap mati akan hidup kembali selama anggota tubuhnya menyentuh tanah. Meski tubuhnya dicincang, pemilik ilmu rawa rontek akan bangkit kembali selama bagian badan yang terpotong bersentuhan satu sama lain.
Apalagi saat Tumenggung Mojoroto dan Tumenggung Poncolono beserta murid-muridnya menyatakan menjadi sekutu Mbah Boncolono. Aksi penjarahan semakin menjadi-jadi.
“Belanda pun marah dan memerintahkan antek-anteknya mengejar Mbah Boncolono hidup atau mati," demikian cerita tutur yang beredar. Mbah Boncolono harus ditangkap hidup atau mati.
Begitu tekad antek-antek kumpeni Belanda. Namun meringkus Mbah Boncolono bukan perkara mudah. Mbah Boncolono dicintai rakyat.
Saat terkepung, pencuri budiman tersebut selalu berhasil meloloskan diri. Konon, cukup mengandalkan seberkas cahaya, dia bisa menyusup ke dalam bangunan melalui lobang sekecil apa pun.
Begitu juga saat terkepung. Cukup merapatkan diri ke tembok, tiang atau pohon di dekatnya, Mbah Boncolono akan lenyap dalam sekejap.
Mbah Boncolono konon juga kebal senjata. Dia seperti tidak merasakan peluru-peluru yang memberondong tubuhnya.
Kalau pun ambruk, ia akan hidup lagi, sehat seperti sedia kala. "Dia bisa hidup lagi ketika tubuhnya menyentuh tanah," begitu yang tertulis dalam “Wali Berandal Tanah Jawa”.
Setiap kesaktian selalu ada pengapesannya. Ada masa nahasnya. Ada titik lemahnya.
Kompeni terus memutar otak menelusuri kelemahan Mbah Boncolono. Desas-desus yang mereka dengar, Mbah Boncolono menguasai ilmu Pancasona atau Rawa Rontek. Sebuah ilmu kuno yang pemiliknya sulit menemui ajal.
Setiap mati akan hidup kembali selama anggota tubuhnya menyentuh tanah. Meski tubuhnya dicincang, pemilik ilmu rawa rontek akan bangkit kembali selama bagian badan yang terpotong bersentuhan satu sama lain.
Lihat Juga :