20 Mantan Napiter Cerita Kisah Salah Jalan dan Proses Pertobatan di Hadapan Mahasiswa USM
Minggu, 19 November 2023 - 21:05 WIB
loading...
Seminar pencegahan paham radikalisasi bagi mahasiswa Indonesia menuju Generasi Emas 2045 di Universitas Semarang (USM). Foto/Ist
A
A
A
SEMARANG - Sebanyak 20 mantan narapidana terorisme (napiter) bercerita tentang kisah mereka salah jalan sehingga akhirnya menjadi teroris di hadapan mahasiswa Universitas Semarang (USM).
Para mantan napiter itu juga mengungkapkan proses pertobatan yang membawa mereka kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mereka merupakan mitra deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang berhasil kembali ke masyarakat.
Baca juga: Mantan Napiter Minta Dilibatkan dalam Program Deradikalisasi Pemerintah
Perhelatan itu berlangsung dalam Seminar Nasional Pencegahan Paham Radikalisasi Bagi Mahasiswa Indonesia Menuju Generasi Emas 2045 sekaligus pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Eks Napiter yang juga Ketua Yayasan Persadani Sri Pujimulyo Siswanto menceritakan latar belakang terpapar terorisme karena lemahnya pendidikan agama dalam keluarga. Ia kemudian tertarik untuk mengikuti kegiatan di masjid sekitar rumahnya untuk mendalami agama.
“Namun justru dari situlah saya mulai mengikuti pengajian yang mengajarkan pola pengajaran dan pembinaan keagamaan yang berbeda. Seiring berjalannya waktu munculah sikap merasa benar sendiri, membatasi pergaulan dengan orang yang tidak sekomunitas dan mulai membenci pemerintah,” ungkap Sri Puji dikutip Minggu (19/11/2023).
Para mantan napiter itu juga mengungkapkan proses pertobatan yang membawa mereka kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mereka merupakan mitra deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang berhasil kembali ke masyarakat.
Baca juga: Mantan Napiter Minta Dilibatkan dalam Program Deradikalisasi Pemerintah
Perhelatan itu berlangsung dalam Seminar Nasional Pencegahan Paham Radikalisasi Bagi Mahasiswa Indonesia Menuju Generasi Emas 2045 sekaligus pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Eks Napiter yang juga Ketua Yayasan Persadani Sri Pujimulyo Siswanto menceritakan latar belakang terpapar terorisme karena lemahnya pendidikan agama dalam keluarga. Ia kemudian tertarik untuk mengikuti kegiatan di masjid sekitar rumahnya untuk mendalami agama.
“Namun justru dari situlah saya mulai mengikuti pengajian yang mengajarkan pola pengajaran dan pembinaan keagamaan yang berbeda. Seiring berjalannya waktu munculah sikap merasa benar sendiri, membatasi pergaulan dengan orang yang tidak sekomunitas dan mulai membenci pemerintah,” ungkap Sri Puji dikutip Minggu (19/11/2023).
Lihat Juga :