2 Pesawat Tempur Supar Tucano Jatuh di Lereng Bromo, TNI Pastikan Layak Terbang
Kamis, 16 November 2023 - 20:25 WIB
loading...
Kadispenau, Marsma TNI R Agung Sasongkojati. Foto/iNews TV/Saif Hajarani
A
A
A
MALANG - Tragedi jatuhnya dua pesawat tempur TNI AU jenis Super Tucano di lereng Gunung Bromo, menjadi kabar duka bagi para prajurit penjaga kedaulatan langit nusantara. Pesawat tempur taktis buatan Brazil tersebut, selama ini menjadi kekuatan di Skadron Udara 21 Lanud Abdulrachman Saleh Malang.
Baca juga: Jadi Korban Tragedi Super Tucano, Kolonel Pnb. Subhan Baru Menuntaskan Misi Kemanusiaan di Gaza
Pesawat bermesin propeler buatan Embraer S. A. Brazil tersebut, baru didatangkan ke Indonesia pada tahun 2012. Pesawat tempur yang juga berfungsi sebagai pesawat latih ini, menjadi pengganti pesawat tempur OV 10 F Bronco yang sudah dilarang terbang karena usianya terlalu tua.
Kadispenau, Marsma TNI R Agung Sasongkojati menegaskan, kondisi pesawat tempur Super Tucano yang jatuh tersebut, masih sangat layak terbang. "Pesawat yang didatangkan pada tahun 2012 ini, kondisinya masih sangat layak terbang," tegasnya.
Baca juga: Profil Penerbang di 2 Pesawat Super Tucano yang Jatuh, 1 Raih Seribu Jam Terbang saat Pangkat Mayor
Dia menyebutkan, ada empat pesawat tempur Super Tucano, yang melaksanakan penerbangan pada Kamis (16/11/2023) siang. Dua pesawat berhasil kembali ke Lanud Abdulrachman Saleh, sedangkan dua pesawat jatuh di wilayah Kabupaten Pasuruan.
Lebih lanjut marsekal TNI bintang satu ini mengatakan, bahwa dugaan sementara pesawat tempur Super Tucano jatuh akibat cuaca buruk. "Kami mengimbau masyarakat tidak memindahkan puing-puing pesawat, untuk kepentingan penyelidikan," ujarnya.
Pesawat tempur Super Tucano yang jatuh, memiliki nomor TT 3103, dan TT 3111. Tiga awak pesawat telah berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, yakni Kolonel Pnb. Subhan, Kolonel Adm, Widiono, dan Mayor Pnb. Yuda Seta. Sementara satu penerbang masih dalam pencarian, yakni Kolonel Pnb. Sandhra Gunawan.
Baca juga: Terjang 3 Bukit dan Jurang, Evakuasi Korban Super Tucano Berlangsung Dramatis
Kolonel Pnb. Subhan, merupakan Komandan Wing 2 Lanud Abdulrachman Saleh. Sementara Kolonel Adm. Widiono menjabat sebagai Kepala Dinas Personel Lanud Abdulrachman Saleh. Mayor Pnb. Yuda Seta merupakan personel Skadron Udara 21 Lanud Abdulrachman Saleh, dan Kolonel Pnb. Sandhra Gunawan merupakan Komandan Skadron Udara 21 Lanud Abdulrachman Saleh.
Agung menjelaskan, saat ini seluruh sumber daya TNI AU telah dikerahkan untuk mencari keberadaan Kolonel Pnb. Sandhra Gunawan. Pencarian difokuskan di dua titik, yakni di sisi utara pegunungan.
Baca juga: Jadi Korban Tragedi Super Tucano, Kolonel Pnb. Subhan Baru Menuntaskan Misi Kemanusiaan di Gaza
Pesawat bermesin propeler buatan Embraer S. A. Brazil tersebut, baru didatangkan ke Indonesia pada tahun 2012. Pesawat tempur yang juga berfungsi sebagai pesawat latih ini, menjadi pengganti pesawat tempur OV 10 F Bronco yang sudah dilarang terbang karena usianya terlalu tua.
Kadispenau, Marsma TNI R Agung Sasongkojati menegaskan, kondisi pesawat tempur Super Tucano yang jatuh tersebut, masih sangat layak terbang. "Pesawat yang didatangkan pada tahun 2012 ini, kondisinya masih sangat layak terbang," tegasnya.
Baca juga: Profil Penerbang di 2 Pesawat Super Tucano yang Jatuh, 1 Raih Seribu Jam Terbang saat Pangkat Mayor
Dia menyebutkan, ada empat pesawat tempur Super Tucano, yang melaksanakan penerbangan pada Kamis (16/11/2023) siang. Dua pesawat berhasil kembali ke Lanud Abdulrachman Saleh, sedangkan dua pesawat jatuh di wilayah Kabupaten Pasuruan.
Lebih lanjut marsekal TNI bintang satu ini mengatakan, bahwa dugaan sementara pesawat tempur Super Tucano jatuh akibat cuaca buruk. "Kami mengimbau masyarakat tidak memindahkan puing-puing pesawat, untuk kepentingan penyelidikan," ujarnya.
Pesawat tempur Super Tucano yang jatuh, memiliki nomor TT 3103, dan TT 3111. Tiga awak pesawat telah berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, yakni Kolonel Pnb. Subhan, Kolonel Adm, Widiono, dan Mayor Pnb. Yuda Seta. Sementara satu penerbang masih dalam pencarian, yakni Kolonel Pnb. Sandhra Gunawan.
Baca juga: Terjang 3 Bukit dan Jurang, Evakuasi Korban Super Tucano Berlangsung Dramatis
Kolonel Pnb. Subhan, merupakan Komandan Wing 2 Lanud Abdulrachman Saleh. Sementara Kolonel Adm. Widiono menjabat sebagai Kepala Dinas Personel Lanud Abdulrachman Saleh. Mayor Pnb. Yuda Seta merupakan personel Skadron Udara 21 Lanud Abdulrachman Saleh, dan Kolonel Pnb. Sandhra Gunawan merupakan Komandan Skadron Udara 21 Lanud Abdulrachman Saleh.
Agung menjelaskan, saat ini seluruh sumber daya TNI AU telah dikerahkan untuk mencari keberadaan Kolonel Pnb. Sandhra Gunawan. Pencarian difokuskan di dua titik, yakni di sisi utara pegunungan.
(eyt)
Lihat Juga :