Stiker Wali Kota Depok di Kemasan PMT Stunting Jadi Polemik, Dinkes Usul Ganti Gambar Kartun

Kamis, 16 November 2023 - 02:00 WIB
loading...
Stiker Wali Kota Depok...
Kemasan pemberian makanan tambahan (PMT) dalam mengatasi masalah stunting di Kota Depok berstiker pasangan Wali Kota Depok Mohammad Idris dan Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono menuai polemik di masyarakat. Foto/Istimewa
A A A
DEPOK - Kemasan pemberian makanan tambahan (PMT) dalam mengatasi masalah stunting di Kota Depok berstiker pasangan Wali Kota Depok Mohammad Idris dan Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono menuai polemik di masyarakat. Merespons hal itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) pun meminta agar dilepas saja jika stiker jadi masalah.

"Masukan tadi kita akan sampaikan kalau itu jadi masalah yang terus dipermasalahkan yaudah dikeletek (dilepas, red) saja deh kalau mereka bersedia mengganti stiker karakter kartun misalnya. Kalau misalnya sudah mepet enggak usah pakai stiker," kata Kadinkes Kota Depok Mary Liziawati saat diskusi di Kantor PWI Pancoran Mas, Depok, Rabu (15/11/2023).

Mary menjelaskan bahwa alokasi Rp18 ribu per paket tersebut termasuk biaya pajak hingga kemasan yang dapat terus dipakai warga penerima manfaat PMT. Diketahui untuk anggaran total PMT mencapai Rp4,4 miliar dari APBD Perubahan 2023 yang dialokasikan ke 38 puskesmas.

Baca juga: Tuai Polemik, Dinkes Depok Evaluasi Menu Makanan Tambahan Stunting Hanya Nasi, Kuah, dan Tahu

"Tadi kita sampaikan juga bahwa Rp18 ribu sudah all in semuanya ada biaya pajak, distribusinya, tempatnya dan sebagainya termasuk stikernya ya," ujarnya.

Dalam dokumentasi yang diterima MNC Portal Indonesia terlihat wadah plastik dengan tutup berwarna merah muda terlihat ada stiker bergambar duet Idris-Imam dengan tagline 'Bocah Depok Kudu Sehat, Prestasi Hebat, Stunting Minggat'.

Sebelumnya, anggota Komisi D DPRD Kota Depok Ikravany Hilman menanggapi isu terkait heboh menu pemberian makanan tambahan (PMT) dalam pengentasan masalah stunting di Kota Depok, Jawa Barat cuma nasi, kuah, dan tahu. Menurutnya, komposisi tersebut sangat tidak layak untuk menekan angka stunting.

"Sangat tidak layak, nggak ngerti apa pertimbangannya. Kan makanan tidak harus yang dimasak bisa saja yang mentah biar dimasak," kata Ikravany saat dihubungi, Rabu (15/11/2023).

Dia pun menyoroti komposisi makanan yang disediakan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk warga yang masuk ke dalam kategori stunting. Ia pun mengungkap bahwa anggaran program PMT tersebut pun mencapai miliaran rupiah dengan dibatasi Rp18 ribu per paket.

"Harusnya yang dihitung pertama kali atau yang dipertimbangkan pertama kali adalah nutrisi mau dimasak, mau mentah, mau sayur urusan akhirnya nutrisi yang terkandung di situ memadai tidak sebagai makanan tambahan,” katanya.

Dia melanjutkan, yang namanya tambahan itu mesti diukur. “Yang biasanya ada di rumah tangga masyarakat, nasi ada tahu tempe biasanya ada nah yang nggak ada apa? Itu yang harus ditambahin dong, susu, buah atau tambahan telur, ikan daging, dan seterusnya. Hal itu yang harusnya ditambahkan," ujarnya.

"Nah ini seolah-olah ingin menggugurkan kewajiban saja, padahal anggarannya itu hampir Rp4,4 Miliar," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anggota DPRD Jember...
Anggota DPRD Jember Main Game dan Merokok di Ruang BerAC Saat RDP Tekan Stunting
Gerakan Dapur Indonesia...
Gerakan Dapur Indonesia Gelar Konsolidasi Perkuat Program MBG dan Atasi Stunting
NHM Peduli Jalankan...
NHM Peduli Jalankan Program 60 Hari Penanganan Stunting di Lingkar Tambang Gosowong
Rekomendasi
Hasil Survei: 83,1%...
Hasil Survei: 83,1% Publik Yakin UU Polri Bawa Perubahan Terhadap Kinerja Kepolisian
Saat Negeri Hoki Demam...
Saat Negeri Hoki Demam Sepak Bola
Harga Minyak Kembali...
Harga Minyak Kembali ke Level Sebelum Perang, Mengapa Bensin Tak Ikut Turun?
Berita Terkini
BMKG: Waspada Gelombang...
BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter hingga 2 Juli 2026
NTB Krisis Air Bersih...
NTB Krisis Air Bersih Akibat Kemarau, 1.129 KK Terdampak
Unpad, UB, dan UT Bantu...
Unpad, UB, dan UT Bantu Pelaku UMK Terdampak Bencana di Sumut lewat Program PMKI 2026
Lubang Proyek di Tebet...
Lubang Proyek di Tebet Makan Korban, Bocah 4 Tahun Meninggal
Soroti Kematian Dokter...
Soroti Kematian Dokter Icha, DPR Minta Kemenkes dan Polisi Usut Tuntas
Sidang Perdana Praperadilan...
Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo di PN Jaksel Digelar Hari Ini
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved