Gara-gara Pipa Rusak, 2 Kelompok Petani Datangi Polsek Anggeraja

Kamis, 06 Agustus 2020 - 17:17 WIB
loading...
Gara-gara Pipa Rusak,...
Proses mediasi dua kelompok petani asal desa Saruran di Mapolsek Anggeraja, Kamis (6/8/2020). Foto: SINDOnews/Aris Bafauzi
A A A
ENREKANG - Dua kelompok petani asal desa Saruran, kecamatan Anggeraja, kabupaten Enrekang mendatangi Mapolsek Anggeraja, Kamis (6/8/2020). Dua kelompok itu datang untuk dimediasi terkait kasus dugaan pengrusakan pipa pengairan.

"Saya tanya kenapa langsung ke kantor polisi, mereka jawab tidak mau dimediasi di pemerintahan desa. Dikarenakan telah banyak kasus yang dimediasi pemerintahan desa selalunya kasus kembali terulang lagi," terang Kapolsek Anggeraja, Iptu Lukman.

Baca juga: Warga Penja Enrekang Unjuk Rasa Tolak Tambang Galian C

Kasus ini bermula saat sejumlah warga yang mengaku pemilik pipa yang mengairi kebun mereka ditemukan rusak. Pemilik pipa akhirnya bersitegang dengan petani lain yang kebunnya dilalui oleh pipa tersebut. Demi mencegah hal yang tidak diinginkan, kedua pihak sepakat menyelesaikan masalah ini di mapolsek.

"Mereka masih satu rumpun keluarga. Tentunya mediasi adalah hal yang sangat diapresiasi. Daripada harus sama-sama egois dan terjadi kejadian yang tidak diinginkan," tambah Lukman.

Proses mediasi berjalan lancar dan aman. Kedua pihak sepakat berdamai dan bersama-sama mencari solusi yang terbaik.

Baca juga: Mortir Diduga Sisa Perang di Maiwa Enrekang Diamankan Polisi

"Alhamdulillah berjalan sesuai keinginan kami juga. Karena kami semua keluarga, ke depannya kami akan saling menjaga agar kejadian pengrusakan pipa yang belum diketahui pelakunya tak terulang lagi," kata salah satu warga yang minta namanya tak disebutkan.

Kendati kedua kelompok petani telah berdamai, Polsek Anggeraja memastikan tetap mengusut kasus ini untuk mengungkap pelaku di balik pengrusakan pipa tersebut.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polinema Bantu Petani-UMKM...
Polinema Bantu Petani-UMKM Melon Blitar Go Digital dan Hemat Energi
Hadapi Musim Kemarau,...
Hadapi Musim Kemarau, Petani Jabar Ikuti Edukasi Pentingnya Perubahan Pola Budidaya
Apkarindo Sumsel dan...
Apkarindo Sumsel dan JICA Uji Coba Teknologi Pengendalian Gugur Daun Karet Skala 150 Hektare
Tritura Petani Tembakau...
Tritura Petani Tembakau Madura: Negara Harus Mendapatkan Manfaat
Pembatasan Nikotin dan...
Pembatasan Nikotin dan Tar Ancam Nasib Petani Tembakau serta Cengkih Temanggung
5 Amanat Petani Tembakau...
5 Amanat Petani Tembakau Madura-Nusantara di Tengah Penyimpangan Pita Cukai
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran:...
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran: Program Perhutanan Sosial Jangkau 2 Juta Keluarga Petani
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
BRI Salurkan KUR Rp65,95...
BRI Salurkan KUR Rp65,95 Triliun, Jangkau 558.000 Petani dan 23.000 Nelayan
Rekomendasi
Amerika Serikat vs Paraguay:...
Amerika Serikat vs Paraguay: Awal Krusial di Grup D Piala Dunia 2026
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
PHEV Indonesia 2026:...
PHEV Indonesia 2026: Tahun Ketika BYD Memangkas Harga, Pasar Berlipat Ganda
Berita Terkini
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Berbekal PROPER Hijau,...
Berbekal PROPER Hijau, Langkah Nyata Transformasi Ekologis Diperkuat di Sulawesi Tenggara
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Infografis
Gen Z Kelompok Paling...
Gen Z Kelompok Paling Rentan, 52% Pekerja Alami Kelelahan Kerja Kronis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved