Warning Pengganggu Ketertiban Pemilu 2024, Kapolres Bogor: Enggak Pakai Lama, Tangkap dan Proses
Senin, 13 November 2023 - 12:39 WIB
loading...
Apel gabungan TNI-Polri di Mako Polres Bogor, Kecamatan Cibinong, Senin (13/11/2023). Foto: MPI/Putra Ramadhani Astyawan
A
A
A
BOGOR - Polres Bogor meminta masyarakat untuk menjaga kondusivitas dalam pesta demokrasi Pemilu 2024. Apabila ada yang mencoba mengganggu ketertiban Pemilu 2024, polisi tidak segan bertindak tegas.
"Apabila ada kelompok yang mencoba untuk menggagu ketertiban dalam pelaksanaan pesta demokarasi maka perintah saya, tangkap dan proses. Jadi enggak usah pakai lama. Apabila melawan kita akan melakukan tindakan tegas," ujar Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro saat apel gabungan TNI-Polri di Mako Polres Bogor, Kecamatan Cibinong, Senin (13/11/2023).
Kata dia, Polri bersama TNI akan terus berkolaborasi dan bersinergi untuk menjaga situasi keamanan di Kabupaten Bogor. Terdapat belasan ribu personel yang disiapkan pada Pemilu 2024.
Baca Juga: Calon Panglima Jenderal Agus Subiyanto Jamin Netralitas TNI di Pemilu 2024
"Total se-Bogor Raya karena kita berkolaborasi dengan Kota Bogor, itu kurang lebih hampir 12.000 personel. Itu dibantu oleh Sat Brimob polda, Korbrimob Polri, lalu Satpol PP pemerintah daerah, dan semua instansi TNI-Polri ikut serta," ungkapnya.
"Apabila ada kelompok yang mencoba untuk menggagu ketertiban dalam pelaksanaan pesta demokarasi maka perintah saya, tangkap dan proses. Jadi enggak usah pakai lama. Apabila melawan kita akan melakukan tindakan tegas," ujar Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro saat apel gabungan TNI-Polri di Mako Polres Bogor, Kecamatan Cibinong, Senin (13/11/2023).
Kata dia, Polri bersama TNI akan terus berkolaborasi dan bersinergi untuk menjaga situasi keamanan di Kabupaten Bogor. Terdapat belasan ribu personel yang disiapkan pada Pemilu 2024.
Baca Juga: Calon Panglima Jenderal Agus Subiyanto Jamin Netralitas TNI di Pemilu 2024
"Total se-Bogor Raya karena kita berkolaborasi dengan Kota Bogor, itu kurang lebih hampir 12.000 personel. Itu dibantu oleh Sat Brimob polda, Korbrimob Polri, lalu Satpol PP pemerintah daerah, dan semua instansi TNI-Polri ikut serta," ungkapnya.
Lihat Juga :