Gempa NTT Magnitudo 6,3 Akibatkan 95 Bangunan Rusak
Jum'at, 03 November 2023 - 06:15 WIB
loading...
Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M)6,3 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) mengakibatkan sebanyak 95 bangunan di Kota/Kabupaten Kupang rusak. Foto/BNPB
A
A
A
KUPANG - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M)6,3 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) mengakibatkan sebanyak 95 bangunan rusak.
BMKG melakukan pemutakhiran data kekuatan gempa NTT yang sebelumnya M6,6 dengan kedalaman 10 km, menjadi M6,3 dengan kedalaman 25 km.
Baca juga: Peringatan Tsunami Akibat Gempa NTT Jadi Pemberitaan Internasional
Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) melaporkan bangunan rusak yang tercatat berada di Kabupaten Kupang dengan rincian 40 unit rumah warga, 8 unit fasilitas umum, 19 unit gedung pemerintahan dan 1 unit asrama panti asuhan.
Kemudian di wilayah Kota Kupang terdiri atas 20 unit rumah warga, 4 unit gedung perkantoran, 1 unit toko swalayan dan 1 unit hotel.
"Selanjutnya 1 sarana pendidikan alami kerusakan di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Sampai saat ini belum ada laporan terkait adanya korban jiwa maupun mengungsi akibat gempa tersebut," ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Jumat (3/11/2023).
BMKG melakukan pemutakhiran data kekuatan gempa NTT yang sebelumnya M6,6 dengan kedalaman 10 km, menjadi M6,3 dengan kedalaman 25 km.
Baca juga: Peringatan Tsunami Akibat Gempa NTT Jadi Pemberitaan Internasional
Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) melaporkan bangunan rusak yang tercatat berada di Kabupaten Kupang dengan rincian 40 unit rumah warga, 8 unit fasilitas umum, 19 unit gedung pemerintahan dan 1 unit asrama panti asuhan.
Kemudian di wilayah Kota Kupang terdiri atas 20 unit rumah warga, 4 unit gedung perkantoran, 1 unit toko swalayan dan 1 unit hotel.
"Selanjutnya 1 sarana pendidikan alami kerusakan di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Sampai saat ini belum ada laporan terkait adanya korban jiwa maupun mengungsi akibat gempa tersebut," ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Jumat (3/11/2023).
Lihat Juga :