Kelompok John Kei dan Nus Kei Terlibat Penembakan di Bekasi, Kombes Hengki: Tidak Ada Tempat buat Preman

Rabu, 01 November 2023 - 20:48 WIB
loading...
Kelompok John Kei dan...
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi memastikan akan menindak tegas kelompok-kelompok yang bertindak di luar hukum. Foto: MPI/Dok
A A A
JAKARTA - Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi memastikan akan menindak tegas kelompok-kelompok yang bertindak di luar hukum. Ia menegaskan tidak ada tempat bagi aksi premanisme di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

"Tidak ada kelompok-kelompok tertentu yang (bebas) bergerak di atas hukum, kami akan tidak tegas. Tidak ada tempat buat preman," tegas Hengki kepada wartawan, Rabu (1/11/2023).

Hal itu disampaikan Hengki merespons kejadian penembakan yang menewaskan pria asal Jakarta Barat berinisial GR (44), di Medan Satria, Kota Bekasi. Hengki meminta kepada para pelaku yang masih buron dalam peristiwa penembakan maut tersebut agar segera menyerahkan diri.

Baca Juga :Polisi Sebut Penembakan di Bekasi Dipicu Konflik Lama Kelompok John Kei dan Nus Kei

"Kami harapkan menyerahkan diri, atau kami kejar dan tindak tegas. Karena biar bagaimanapun pun, aksi main hakim sendiri atau eigen richting tidak diperbolehkan," ucapnya.

Mantan Kapolres Metro Jakarta Pusat itu menilai kasus yang dipicu konflik lama antara kelompok John Refra alias John Kei dengan Nus Kei, itu sudah meresahkan. "Kejadian ini membuat resah masyarakat," tuturnya.

Diketahui, aksi penembakan ini terjadi di Kavling Rawa Bambu Bulak, Jalan Melati 3, Medan Satria, Kota Bekasi pada Minggu, 29 Oktober 2023. Ditreskrimum Polda Metro Jaya kemudian menangkap empat orang yang terlibat dalam aksi penembakan maut itu.

Baca Juga: Kronologi Kelompok Nus Kei Tewas Ditembak Kelompok John Kei di Bekasi

Keempat pelaku, yakni FOU yang ditangkap di Cibinong, Kabupaten Bogor. FOU ditangkap pada Selasa, 31 Oktober 2023. Kemudian EU, MW, dan PM alias O, ditangkap di sejumlah lokasi yang berbeda.

Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Titus Yudho Uly sebelumnya mengungkapkan, kejadian berawal ketika kelompok Nus Kei melakukan penyerangan terhadap kelompok John Kei. Kelompok John Kei yang mengetahui informasi penyerangan itu lalu mempersiapkan diri.

"Menurut keterangan dari pihak John Kei, mereka dapat informasi akan diserang oleh kelompok Nus Kei," ujar AKBP Titus.

Baca Juga: Jabat Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Ingin Sikat Habis Premanisme

Titus melanjutkan, kelompok Nus Kei datang ke lokasi menggunakan sebuah mobil berisi enam orang, lengkap dengan senjata tajam dan senjata api.

"Mereka dapat info, datanglah mobil ini, parkir, turun enam orang. Korban turun sudah bawa parang. Sebelum mereka (kelompok Nus Kei) datang, kelompok John Kei sudah tahu bahwa mereka mau diserang. Mereka sudah siap dengan batu, parang, dan senjata api," bebernya.

"Begitu mereka (kelompok Nus Kei) datang, korban turun bawa parang, langsung ditembak (kelompok Jhon Kei). Mereka alasannya mau diserang, ini ada anak istri kami," katanya.

Kata Titus, kelompok Nus Kei sempat mencoba membawa korban atau rekan mereka itu dari lokasi kejadian ke rumah sakit. Sementara kelompok John Kei langsung meninggalkan lokasi kejadian.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Rentetan Penembakan...
Rentetan Penembakan Guncang Israel, 1 Tewas, 5 Luka
Aneh tapi Nyata, Anjing...
Aneh tapi Nyata, Anjing Menembak Seorang Wanita di AS
Rekomendasi
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Hasil Survei: 83,1%...
Hasil Survei: 83,1% Publik Yakin UU Polri Bawa Perubahan Terhadap Kinerja Kepolisian
Pesawat Jatuh di Prancis,...
Pesawat Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Berita Terkini
BMKG: Waspada Gelombang...
BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter hingga 2 Juli 2026
NTB Krisis Air Bersih...
NTB Krisis Air Bersih Akibat Kemarau, 1.129 KK Terdampak
Unpad, UB, dan UT Bantu...
Unpad, UB, dan UT Bantu Pelaku UMK Terdampak Bencana di Sumut lewat Program PMKI 2026
Lubang Proyek di Tebet...
Lubang Proyek di Tebet Makan Korban, Bocah 4 Tahun Meninggal
Soroti Kematian Dokter...
Soroti Kematian Dokter Icha, DPR Minta Kemenkes dan Polisi Usut Tuntas
Sidang Perdana Praperadilan...
Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo di PN Jaksel Digelar Hari Ini
Infografis
Jumlah Dokter di Indonesia...
Jumlah Dokter di Indonesia Kurang dan Tidak Merata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved