Kasus Pengusaha Umrah dan Anaknya Tewas di Koja Belum Ada Titik Terang, Polisi Kembali Olah TKP

Selasa, 31 Oktober 2023 - 15:57 WIB
loading...
Kasus Pengusaha Umrah...
Tim Inafis Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara kembali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), Selasa (31/10/2023). Foto: SINDOnews/Yohannes Tobing
A A A
JAKARTA - Kasus penemuan mayat pengusaha travel umrah Hamka (50) dan anak bungsunya AQA (2), belum juga menemukan titik terang. Untuk itu, polisi kembali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), Selasa (31/10/2023).

Kedua korban sebelumnya ditemukan dalam kondisi membusuk di dalam rumahnya Jalan Balai Rakyat, Koja, Jakarta Utara, Sabtu (28/10/2023).
Hingga kini sebab kematian keduanya masih misterius.

Kasus Pengusaha Umrah dan Anaknya Tewas di Koja Belum Ada Titik Terang, Polisi Kembali Olah TKP


Tim Inafis Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara hari ini kembali melakukan olah TKP. Ini merupakan olah TKP ketiga yang bertujuan untuk mencari lebih banyak bukti.

Baca Juga: Polisi Kembali Olah TKP Lokasi Ayah dan Anak Tewas Membusuk di Koja

"Beberapa ahli dilibatkan dalam penanganan TKP. Ada ahli histopatologi forensik, ahli psikologi forensik, identifikasi, tim gabungan, dan juga ahli toksikologi forensik," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Iverson Manossoh di lokasi.

Iverson menjelaskan, dalam olah TKP kali ini pihaknya mengundang ahli histopatologi forensik agar dapat mengungkap adanya kemungkinan korban menderita penyakit sebelum kematiannya.

Baca Juga: Pengusaha Travel Umrah dan Anaknya Tewas Membusuk di Koja, Warga: Sudah Lama Mencium Bau

Sementara ahli toksikologi turut dilibatkan untuk melihat apakah korban mengalami keracunan atau tidak.

Kasus Pengusaha Umrah dan Anaknya Tewas di Koja Belum Ada Titik Terang, Polisi Kembali Olah TKP


Sejumlah barang bukti yang diamankan berupa cairan, sisa makanan dan beberapa benda yang dianggap penting dalam pemeriksaan laboratorium forensik.

"Semua kami libatkan terpadu agar kami dapat maksimalkan pengumpulan bukti-bukti. Toksikologi dipandang perlu untuk mengidentifikasi unsur keracunan atau penggunaan obat keras yang mungkin berhubungan dengan kematian korban," tuturnya.

Iverson menambahkan bahwa besar kemungkinan pihaknya akan kembali melakukan olah TKP lanjutan atau yang keempat jika barang bukti belum cukup untuk mengungkap kasus ini.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polisi Dalami Kehadiran...
Polisi Dalami Kehadiran Reza Arap di TKP Meninggalnya Lula Lahfah, Ada Apa Sebenarnya?
Terkait Meninggalnya...
Terkait Meninggalnya Lula Lahfah, Ini Alasan Polisi Panggil Reza Arap
Kuasa Hukum Minta Kasus...
Kuasa Hukum Minta Kasus Kematian Diplomat Arya Daru Naik ke Penyidikan, Ini Alasannya
Rekomendasi
Hasil Turki vs Paraguay...
Hasil Turki vs Paraguay 0-1: Gol 65 Detik Galarza Kubur Mimpi Ay-Yildizlilar ke 32 Besar
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
Periksa Silmy Karim,...
Periksa Silmy Karim, KPK Telusuri Asal-usul Aset
Berita Terkini
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
Jelang Hari Bhayangkara,...
Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Pramono Anung Siapkan 500 Ondel-ondel Karya Desainer Top
Warga Rawa Buaya Bersyukur...
Warga Rawa Buaya Bersyukur Terima Bantuan Kursi Roda dari Dina Masyusin dan Dinsos
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Infografis
3 Jenis Orangutan yang...
3 Jenis Orangutan yang Ada di Indonesia dan Terancam Punah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved