Waspada! Kasus Cacar Monyet Ditemukan di Bandung, Dinkes Jabar Lakukan Pelacakan
Senin, 30 Oktober 2023 - 13:29 WIB
loading...
Kemenkes menyatakan, kasus cacar monyet atau Monkeypox sudah masuk ke Jawa Barat. Foto/dok
A
A
A
BANDUNG - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan, kasus Monkeypox atau cacar monyet sudah masuk ke wilayah Jawa Barat (Jabar). Hal itu ditandai dengan ditemukannya warga asal Kota Bandung yang positif cacar monyet.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Jabar, Rochady Hendra Setia Wibawa membenarkan kabar tersebut. Ia menyebut, kasus ini ditemukan langsung oleh Kemenkes, beberapa waktu lalu.
"Iya (Monkeypox sudah masuk Jabar), satu. Kasus dari Bandung itu dilaporkan oleh Kemenkes, Dirjen P2P Kemenkes," ujar Rochady, Senin (30/10/2023).
Rochady mengatakan, saat ini, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Dinkes Kota Bandung.
Baca Juga: Kemenkes: Cacar Monyet Tidak Mematikan
"Kami dari Dinkes Jabar dan Dinkes Kota Bandung sedang berkoordinasi untuk menemukan orang yang kontak erat dengan satu orang warga yang positif Monkeypox," ungkapnya.
Menurutnya, pelacakan kontak erat ini penting dilakukan agar mencegah penambahan kasus baru di wilayah Jabar, khususnya Kota Bandung. Sebab, penyakit ini muncul karena penularan langsung, dari pasien yang positif.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Jabar, Rochady Hendra Setia Wibawa membenarkan kabar tersebut. Ia menyebut, kasus ini ditemukan langsung oleh Kemenkes, beberapa waktu lalu.
"Iya (Monkeypox sudah masuk Jabar), satu. Kasus dari Bandung itu dilaporkan oleh Kemenkes, Dirjen P2P Kemenkes," ujar Rochady, Senin (30/10/2023).
Rochady mengatakan, saat ini, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Dinkes Kota Bandung.
Baca Juga: Kemenkes: Cacar Monyet Tidak Mematikan
"Kami dari Dinkes Jabar dan Dinkes Kota Bandung sedang berkoordinasi untuk menemukan orang yang kontak erat dengan satu orang warga yang positif Monkeypox," ungkapnya.
Menurutnya, pelacakan kontak erat ini penting dilakukan agar mencegah penambahan kasus baru di wilayah Jabar, khususnya Kota Bandung. Sebab, penyakit ini muncul karena penularan langsung, dari pasien yang positif.
Lihat Juga :