Misteri Kekuatan Gaib Prabu Siliwangi yang Tak Bisa Diwarisi Surawisesa
Sabtu, 14 Oktober 2023 - 06:18 WIB
loading...
Kesaktian Prabu Siliwangi penguasa Kerajaan Padjajaran tiada tanding di Nusantara. Foto/Ilustrasi
A
A
A
Kesaktian Prabu Siliwangi penguasa Kerajaan Padjajaran konon tak menurun ke anaknya. Sang anak Prabu Surawisesa yang naik takhta menggantikan ayahnya dibuat kerepotan akan beberapa tantangan internal dan eksternal kerajaan.
Pemerintahan Surawisesa pun berjalan tak mulus. Gejolak di internal kerajaan hingga peperangan tergambar secara jelas pada prasasti bernama Batutulis. Prasasti ini mendeskripsikan bagaimana kekalutan dan olengnya pemerintahan Surawisesa.
Prasasti dibuat dua tahun sebelum Surawisesa meninggal dunia. Penguasa Pajajaran dibuat galau karena peperangan yang melanda segenap wilayah Pajajaran, sebagaimana disebutkan pada “Melacak Jejak Sejarah: Pakuan Pajajaran dan Prabu Siliwangi, dari Saleh Danasasmita.
Baca Juga: Kisah Tragis Singasari Runtuh Akibat Ketamakan Sang Raja
Motivasi Surawisesa bukan saja didorong oleh kedudukan atau kekuasaan, tetapi jelas terutama terdorong oleh rasa setia dan bakti kepada ayahnya yang telah mewariskan kerajaan dalam keadaan purbatisti-purbajati.
Mana mo kadatangan ku musuh ganal musuh alit, kreta tang lor kidul kulon wétan kéna kreta rasa, atau dapat dikatakan sifat baktinya tampak sekali pada waktu beliau membuat sakakala sebagai tanda peringatan kenangan bagi ayahnya, yang kita ketahui bersama, Prasasti Batutulis.
Pemerintahan Surawisesa pun berjalan tak mulus. Gejolak di internal kerajaan hingga peperangan tergambar secara jelas pada prasasti bernama Batutulis. Prasasti ini mendeskripsikan bagaimana kekalutan dan olengnya pemerintahan Surawisesa.
Prasasti dibuat dua tahun sebelum Surawisesa meninggal dunia. Penguasa Pajajaran dibuat galau karena peperangan yang melanda segenap wilayah Pajajaran, sebagaimana disebutkan pada “Melacak Jejak Sejarah: Pakuan Pajajaran dan Prabu Siliwangi, dari Saleh Danasasmita.
Baca Juga: Kisah Tragis Singasari Runtuh Akibat Ketamakan Sang Raja
Motivasi Surawisesa bukan saja didorong oleh kedudukan atau kekuasaan, tetapi jelas terutama terdorong oleh rasa setia dan bakti kepada ayahnya yang telah mewariskan kerajaan dalam keadaan purbatisti-purbajati.
Mana mo kadatangan ku musuh ganal musuh alit, kreta tang lor kidul kulon wétan kéna kreta rasa, atau dapat dikatakan sifat baktinya tampak sekali pada waktu beliau membuat sakakala sebagai tanda peringatan kenangan bagi ayahnya, yang kita ketahui bersama, Prasasti Batutulis.
Lihat Juga :