Anggota DPR Bali Dukung Energi Geothermal Hasilkan Energi Bersih
Jum'at, 13 Oktober 2023 - 20:58 WIB
loading...
Sosialisasi proses transisi energi bersih dan berkelanjutan yang digelar di Bali. Foto/Ist
A
A
A
DENPASAR - DPR memberikan dukungan untuk pengembangan, eksplorasi, dan produksi energi panas bumi di Indonesia. Sehingga bisa mendukung diversifikasi sumber energi keberlanjutan sebagai upaya untuk menciptakan ekonomi hijau.
Hal ini dikarenakan, kondisi hari ini dunia mengalami tantangan perubahan iklim akibat dampak emisi karbon yang cukup besar jumlahnya.
Baca juga: Potensi Energi Panas Bumi Belum Termanfaatkan Optimal
Namun upaya mendukung transisi energi bersih sebagai langkah untuk menjaga kenyamanan kualitas udara di bumi yang saat ini masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah.
Hal ini disampaikan anggota Komisi VI DPR RI dari Bali, Putu Supadma Rudana dalam sosialisasi BUMN Energi bertema Peran Pertamina Geothermal Energy (PGEO) Dalam Proses Transisi Energi Bersih dan Keberlanjutan yang digelar di Bali.
“Kita Apresiasi PGEO, mereka mampu mengelola rantai nilai produksi energi panas bumi mulai dari eksplorasi hingga distribusi. Memiliki kapasitas terpasang secara own operation sebanyak 672 MW, dan 1205 MW dari Joint Operation Contract (JOC) yang berasal dari 15 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang terbagi ke dalam 6 (enam) area operasi,” ujar Putu Supadma Rudana, dikutip Jumat (13/10/2023).
Untuk hal itu, PGEO menurut Putu harus mampu memberikan solusi bagi tantangan Indonesia saat ini.
Hal ini dikarenakan, kondisi hari ini dunia mengalami tantangan perubahan iklim akibat dampak emisi karbon yang cukup besar jumlahnya.
Baca juga: Potensi Energi Panas Bumi Belum Termanfaatkan Optimal
Namun upaya mendukung transisi energi bersih sebagai langkah untuk menjaga kenyamanan kualitas udara di bumi yang saat ini masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah.
Hal ini disampaikan anggota Komisi VI DPR RI dari Bali, Putu Supadma Rudana dalam sosialisasi BUMN Energi bertema Peran Pertamina Geothermal Energy (PGEO) Dalam Proses Transisi Energi Bersih dan Keberlanjutan yang digelar di Bali.
“Kita Apresiasi PGEO, mereka mampu mengelola rantai nilai produksi energi panas bumi mulai dari eksplorasi hingga distribusi. Memiliki kapasitas terpasang secara own operation sebanyak 672 MW, dan 1205 MW dari Joint Operation Contract (JOC) yang berasal dari 15 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang terbagi ke dalam 6 (enam) area operasi,” ujar Putu Supadma Rudana, dikutip Jumat (13/10/2023).
Untuk hal itu, PGEO menurut Putu harus mampu memberikan solusi bagi tantangan Indonesia saat ini.
Lihat Juga :