Cegah Kekerasan di Madrasah, Yayasan Attaqwa Gelar Pelatihan Guru dan Siswa
Jum'at, 13 Oktober 2023 - 07:46 WIB
loading...
Sebanyak 291 guru dan siswa dari 4 pondok pesantren dan 42 madrasah/sekolah di level pendidikan menengah di Perguruan Attaqwa mengikuti pelatihan di Ruang Rapat Utama Yayasan Attaqwa, 10-12 Oktober 2023. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Sebanyak 291 guru dan siswa dari 4 pondok pesantren dan 42 madrasah/sekolah di level pendidikan menengah di Perguruan Attaqwa mengikuti pelatihan di Ruang Rapat Utama Yayasan Attaqwa, 10-12 Oktober 2023.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pendampingan hasil kolaborasi antara Yayasan Attaqwa, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Droupadi, dan Atiqoh Noer Alie Center. Tentunya kegiatan ini terselenggara atas dukungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui skema Dana Padanan (Matching Fund) 2023.
Baca juga: Mengakhiri Krisis Kekerasan Seksual di Sekolah
Kegiatan dibuka Kepala Bidang Kendali Mutu Akademik dan Pendidikan Perguruan Attaqwa Ahmad Ghozi. Dia mengatakan, program pelatihan ini bagian dari upaya penguatan pondok pesantren, madrasah, dan sekolah di Perguruan Attaqwa agar dapat menekan angka kekerasan yang terjadi.
Penguatan menyasar pada empat aspek langsung, yakni pimpinan pondok atau kepala madrasah/sekolah, satuan tugas, guru wali kelas, serta siswa.
Menurut dia, Perguruan Attaqwa membentuk sistem yang mengatur mulai dari pencegahan, penanganan, hingga tindak lanjut terkait antikekerasan di lingkungan ponpes/sekolah. Sebelumnya, Perguruan Attaqwa telah mengadakan pendampingan untuk pimpinan kepala madrasah/sekolah dan anggota satuan tugas pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan.
Karena program Dana Padanan ini adalah kerja kolaborasi, maka narasumber dalam pelatihan ini juga berasal dari berbagai kampus dan NGO yang tergabung dalam konsorsium yakni Khaerul Umam Noer dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, Sipin Putra dari Universitas Kristen Indonesia, Lidwina Inge Nurtjahyo dari Universitas Indonesia, Turisih Widiyowati dari Umah Ramah, serta Ni Loh Gusti Madewanti dari Droupadi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pendampingan hasil kolaborasi antara Yayasan Attaqwa, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Droupadi, dan Atiqoh Noer Alie Center. Tentunya kegiatan ini terselenggara atas dukungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui skema Dana Padanan (Matching Fund) 2023.
Baca juga: Mengakhiri Krisis Kekerasan Seksual di Sekolah
Kegiatan dibuka Kepala Bidang Kendali Mutu Akademik dan Pendidikan Perguruan Attaqwa Ahmad Ghozi. Dia mengatakan, program pelatihan ini bagian dari upaya penguatan pondok pesantren, madrasah, dan sekolah di Perguruan Attaqwa agar dapat menekan angka kekerasan yang terjadi.
Penguatan menyasar pada empat aspek langsung, yakni pimpinan pondok atau kepala madrasah/sekolah, satuan tugas, guru wali kelas, serta siswa.
Menurut dia, Perguruan Attaqwa membentuk sistem yang mengatur mulai dari pencegahan, penanganan, hingga tindak lanjut terkait antikekerasan di lingkungan ponpes/sekolah. Sebelumnya, Perguruan Attaqwa telah mengadakan pendampingan untuk pimpinan kepala madrasah/sekolah dan anggota satuan tugas pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan.
Karena program Dana Padanan ini adalah kerja kolaborasi, maka narasumber dalam pelatihan ini juga berasal dari berbagai kampus dan NGO yang tergabung dalam konsorsium yakni Khaerul Umam Noer dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, Sipin Putra dari Universitas Kristen Indonesia, Lidwina Inge Nurtjahyo dari Universitas Indonesia, Turisih Widiyowati dari Umah Ramah, serta Ni Loh Gusti Madewanti dari Droupadi.
Lihat Juga :