Sudah Dilarang sejak 2014, Pertunjukan Topeng Monyet Tetap Menjamur di Jakarta
Senin, 03 Agustus 2020 - 21:31 WIB
loading...
Petugas Satpol PP mengejar seorang pengamen topeng monyet saat menggelar razia di kawasan Cililitan, Jakarta Timur. Foto: SINDOnews/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pertunjukan topeng monyet di wilayah Jakarta sejatinya sudah dilarang sejak lama. Aturan itu dikeluarkan ketika Presiden Jokowi menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 2014 silam.
Pada Minggu 2 Agustus 2020, muncul video berdurasi 36 detik yang memperlihatkan penganiayaan terhadap seekor monyet di kawasan Pulo Jahe, Cakung, Jakarta Timur.
Ketua RT 05 Misto mengakui di tempatnya masih banyak ditemukan warga yang berprofesi sebagai pengamen topeng monyet.
"Banyak (jadi pengamen topeng monyet). Ada enam orang, dan pengikutnya itu banyak, kadang-kadang gantian ngamen," kata Misto saat ditemui di lokasi, Senin (3/8/2020). (Baca juga: Aksi Penganiayaan Viral, Pengamen Monyet Kabur dari Kontrakan)
Menurut Misto, warga yang mencari nafkah dari mengamen topeng monyet masing-masing memiliki anak buah. Dua pelaku penganiayaan yang viral di media sosial adalah anak buah dari salah seorang pemilik monyet.
Pada Minggu 2 Agustus 2020, muncul video berdurasi 36 detik yang memperlihatkan penganiayaan terhadap seekor monyet di kawasan Pulo Jahe, Cakung, Jakarta Timur.
Ketua RT 05 Misto mengakui di tempatnya masih banyak ditemukan warga yang berprofesi sebagai pengamen topeng monyet.
"Banyak (jadi pengamen topeng monyet). Ada enam orang, dan pengikutnya itu banyak, kadang-kadang gantian ngamen," kata Misto saat ditemui di lokasi, Senin (3/8/2020). (Baca juga: Aksi Penganiayaan Viral, Pengamen Monyet Kabur dari Kontrakan)
Menurut Misto, warga yang mencari nafkah dari mengamen topeng monyet masing-masing memiliki anak buah. Dua pelaku penganiayaan yang viral di media sosial adalah anak buah dari salah seorang pemilik monyet.
Lihat Juga :