Viral! Perwira Polisi Terekam Aniaya Anggota Intel, Begini Penjelasan Polda Sulut
Kamis, 28 September 2023 - 18:18 WIB
loading...
Seorang perwira menengah Polda Sulawesi Utara (Sulut), Kombes Pol Wawan Wirawan yang menjabat sebagai Karo Ops. Polda Sulut, diduga menganiaya anggota Intelkam Polresta Manado, Aiptu Jufry Suhani. Foto/iNews TV/Jefry Langi
A
A
A
MANADO - Aksi penganiayaan viral, setelah video rekaman CCTV dari sebuah toko mainan anak-anak di Kota Manado, Sulawesi Utara, beredar luas di media sosial. Pelaku dugaan penganiayaan dan korbannya, merupakan anggota kepolisian.
Baca juga: Terungkap! Sebelum Bacok Gurunya, MAR Sempat Bimbang di Jembatan
Dalam rekaman video CCTV berdurasi 1 menit 34 detik, dan telah beredar luas di media sosial, terlihat seorang pria berbadan tegap dan rambut panjang, dimasukkan ke dalam sebuah ruangan lalu dipukul oleh seorang pria yang mengenakan kaos dan celana mirip seragam polisi.
Saat korban terjatuh, pria yang mengenakan kaos dan celana mirip seragam polisi tersebut, langsung menginjak korban dan melontarkan kata-kata kasar. Saat korban berhasil berdiri kembali, tiba-tiba pelaku kembali memukul perut korban.
Baca juga: Memilukan! Bayi Laki-laki Dibuang di Warung Mi Ayam, Diduga Hasil Hubungan Gelap
Setelah ditelusuri, dugaan penganiayaan itu dilakukan seorang perwira menengah Polda Sulut, Kombes Pol Wawan Wirawan yang menjabat sebagai Kepala Biro Operasional (Karoops) Polda Sulut. Sementara korbannya adalah anggota Satintelkam Polresta Manado, Aiptu Jufry Suhani.
Peristiwa dugaan penganiayaan yang dilakukan perwira menengah polisi terhadap bintara polisi itu, terjadi pada Kamis (21/9/2023). Saat kejadian, Aiptu Jufry Suhani tengah melakukan tugas penyelidikan di toko mainan anak-anak yang ada di Kota Manado.
![Viral! Perwira Polisi Terekam Aniaya Anggota Intel, Begini Penjelasan Polda Sulut]()
Saat ditemui di tempat kerjanya, Wawan Wirawan membantah jika dirinya telah melakukan penganiayaan terhadap anggota intel tersebut. "Reaksi itu, sebagai bentuk tindakan disiplin atasan terhadap bawahannya yang melakukan pelangaran," tegasnya.
Dia menjelaskan, kejadian berawal ketika dia ditelepon rekannya yang juga anggota polisi, dan memberitahukan kalau keluarganya diganggu oleh oknum anggota Polresta Manado, yang mendatangi toko mainan anak-anak di Kecamatan Mapanget, Kota Manado.
Baca juga: Mengharukan! Kuasai 4 Bahasa Asing, Anak Buruh Diloloskan Jenderal Dudung Masuk Bintara TNI AD
Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Iis Kristian mengatakan, kasus dugaan penganiayaan ini masih dalam penyelidikan Bidpropam, Ditreskrimum, dan Irwasda Polda Sulut. "Kapolda Sulut telah memerintahkan, agar kasus ini diusul secara profesional," tegasnya.
Baca juga: Terungkap! Sebelum Bacok Gurunya, MAR Sempat Bimbang di Jembatan
Dalam rekaman video CCTV berdurasi 1 menit 34 detik, dan telah beredar luas di media sosial, terlihat seorang pria berbadan tegap dan rambut panjang, dimasukkan ke dalam sebuah ruangan lalu dipukul oleh seorang pria yang mengenakan kaos dan celana mirip seragam polisi.
Saat korban terjatuh, pria yang mengenakan kaos dan celana mirip seragam polisi tersebut, langsung menginjak korban dan melontarkan kata-kata kasar. Saat korban berhasil berdiri kembali, tiba-tiba pelaku kembali memukul perut korban.
Baca juga: Memilukan! Bayi Laki-laki Dibuang di Warung Mi Ayam, Diduga Hasil Hubungan Gelap
Setelah ditelusuri, dugaan penganiayaan itu dilakukan seorang perwira menengah Polda Sulut, Kombes Pol Wawan Wirawan yang menjabat sebagai Kepala Biro Operasional (Karoops) Polda Sulut. Sementara korbannya adalah anggota Satintelkam Polresta Manado, Aiptu Jufry Suhani.
Peristiwa dugaan penganiayaan yang dilakukan perwira menengah polisi terhadap bintara polisi itu, terjadi pada Kamis (21/9/2023). Saat kejadian, Aiptu Jufry Suhani tengah melakukan tugas penyelidikan di toko mainan anak-anak yang ada di Kota Manado.

Saat ditemui di tempat kerjanya, Wawan Wirawan membantah jika dirinya telah melakukan penganiayaan terhadap anggota intel tersebut. "Reaksi itu, sebagai bentuk tindakan disiplin atasan terhadap bawahannya yang melakukan pelangaran," tegasnya.
Dia menjelaskan, kejadian berawal ketika dia ditelepon rekannya yang juga anggota polisi, dan memberitahukan kalau keluarganya diganggu oleh oknum anggota Polresta Manado, yang mendatangi toko mainan anak-anak di Kecamatan Mapanget, Kota Manado.
Baca juga: Mengharukan! Kuasai 4 Bahasa Asing, Anak Buruh Diloloskan Jenderal Dudung Masuk Bintara TNI AD
Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Iis Kristian mengatakan, kasus dugaan penganiayaan ini masih dalam penyelidikan Bidpropam, Ditreskrimum, dan Irwasda Polda Sulut. "Kapolda Sulut telah memerintahkan, agar kasus ini diusul secara profesional," tegasnya.
(eyt)
Lihat Juga :