Ganjil Genap Membuat Sulit Penerapan Jaga Jarak di Transportasi Umum
Senin, 03 Agustus 2020 - 08:35 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kebijakan ganjil genap kembali diterapkan pada hari ini di wilayah DKI Jakarta. Ada kekhawatiran kepadatan dan potensi penyebaran Covid-19 di transportasi umum .
Kebijakan ini membuat khawatir banyak pihak karena pandemi Covid-19 belum usai. Sementara kepadatan di transportasi umum kadang sulit dicegah. (Baca juga: 2029, Pengguna Angkutan Massal Ditarget 60% )
Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengatakan, kapasitas penumpang di masa pandemi ini harus dikurangi agar dapat menerapkan jaga jarak. Saat pandemi ini, masyarakat memilih kendaraan pribadi karena takut penularan virus Sars Cov-II. Imbasnya, jalanan menjadi macet. (Baca juga: Penerapan Ganjil Genap Harus Dibarengi Pengendalian Aktivitas )
"Jika demand tidak berkurang dengan pola yang sama seperti sebelum pandemi, transportasi tidak akan mencukupi. Penegakan physical distancing juga sulit dipenuhi sesampainya di tempat kerja, tuturnya kepada wartawan, Senin (3/8/2020). (Baca juga: Alasan Ganjil Genap Dilakukan Saat Pandemi Covid-19 di Jakarta )
Dia mengungkapkan ketakutan untuk menggunakan angkutan umum bukan hanya terjadi di Indonesia, tapi di seluruh dunia. Bedanya, kota-kota besar di mancanegara layanan transportasinya sudah bagus.
Kebijakan ini membuat khawatir banyak pihak karena pandemi Covid-19 belum usai. Sementara kepadatan di transportasi umum kadang sulit dicegah. (Baca juga: 2029, Pengguna Angkutan Massal Ditarget 60% )
Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengatakan, kapasitas penumpang di masa pandemi ini harus dikurangi agar dapat menerapkan jaga jarak. Saat pandemi ini, masyarakat memilih kendaraan pribadi karena takut penularan virus Sars Cov-II. Imbasnya, jalanan menjadi macet. (Baca juga: Penerapan Ganjil Genap Harus Dibarengi Pengendalian Aktivitas )
"Jika demand tidak berkurang dengan pola yang sama seperti sebelum pandemi, transportasi tidak akan mencukupi. Penegakan physical distancing juga sulit dipenuhi sesampainya di tempat kerja, tuturnya kepada wartawan, Senin (3/8/2020). (Baca juga: Alasan Ganjil Genap Dilakukan Saat Pandemi Covid-19 di Jakarta )
Dia mengungkapkan ketakutan untuk menggunakan angkutan umum bukan hanya terjadi di Indonesia, tapi di seluruh dunia. Bedanya, kota-kota besar di mancanegara layanan transportasinya sudah bagus.
Lihat Juga :