Polisi Dalami Dugaan Pidana Kebakaran Museum Nasional
Minggu, 17 September 2023 - 18:53 WIB
loading...
Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin. Foto: Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Polisi mendalami dugaan pidana pada kebakaran Museum Nasional Indonesia, Jakarta Pusat. Sebanyak 14 saksi telah diperiksa termasuk sekuriti dan pekerja.
Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin mengatakan, selain memeriksa belasan saksi, pihaknya juga mengamankan sejumlah CCTV di lokasi.
"Kami pastikan proses hukum akan ditegakkan ketika ditemukan adanya potensi-potensi, hal-hal yang memang mengarah pada perbuatan pidana," ujarnya, Minggu (17/9/2023).
Baca juga: Museum Nasional Kebakaran, Polisi Periksa 14 Saksi dan Sita CCTV
Pihaknya juga telah membuka posko terpadu untuk menggali informasi lebih dalam terkait apa yang terjadi serta siapa yang melihat dan aktivitas keseharian.
Hingga saat ini dia belum dapat menduga penyebab utama kebakaran. Pihaknya masih bekerja untuk mencari dugaan titik pertama penyebabnya nanti apakah korsleting atau ada penyebab lain.
"Nanti setelah hasil dari tim Polda Metro, Labfor, dan Tim Artefak. Saat ini mereka yang masuk untuk melihat, untuk menjaga jangan sampai orang-orang yang tidak paham seperti saya nanti salah injak barang," ujar Komarudin.
Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin mengatakan, selain memeriksa belasan saksi, pihaknya juga mengamankan sejumlah CCTV di lokasi.
"Kami pastikan proses hukum akan ditegakkan ketika ditemukan adanya potensi-potensi, hal-hal yang memang mengarah pada perbuatan pidana," ujarnya, Minggu (17/9/2023).
Baca juga: Museum Nasional Kebakaran, Polisi Periksa 14 Saksi dan Sita CCTV
Pihaknya juga telah membuka posko terpadu untuk menggali informasi lebih dalam terkait apa yang terjadi serta siapa yang melihat dan aktivitas keseharian.
Hingga saat ini dia belum dapat menduga penyebab utama kebakaran. Pihaknya masih bekerja untuk mencari dugaan titik pertama penyebabnya nanti apakah korsleting atau ada penyebab lain.
"Nanti setelah hasil dari tim Polda Metro, Labfor, dan Tim Artefak. Saat ini mereka yang masuk untuk melihat, untuk menjaga jangan sampai orang-orang yang tidak paham seperti saya nanti salah injak barang," ujar Komarudin.
Lihat Juga :