Cegah COVID-19, Global Qurban ACT Sembelih Hewan Kurban Pakai APD
Minggu, 02 Agustus 2020 - 05:57 WIB
loading...
Tim Global Qurban ACT Jateng, menerapkan standar protokol kesehatan saat menyembelih hewan kurban guna mencegah penularan COVID-19 di berbagai daerah. Foto/Ist.
A
A
A
SEMARANG - Suasana Idul Adha di tengah pandemi tak mengurangi semangat tim Global Qurban ACT Jawa Tengah dalam menuntaskan amanah kurban masyarakat Indonesia. Segala aktivitas pun kini dilakukan dengan menerapkan standar protokol kesehatan demi mencegah penularan COVID-19 di berbagai daerah.
(Baca juga: Ada 67 Kasus Baru, Jumlah Postif COVID-19 DIY Terus Melonjak )
Seperti penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tim penyembelih hewan kurban, layaknya petugas medis di rumah sakit. Kepala Cabang ACT Jateng, Giyanto mengatakan tim yang bertugas mendistribusikan daging di masyarakat juga diwajibkan untuk mematuhi protokol yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
"Penyembelihan dan pendistribusian daging kurban dilakukan oleh relawan dengan kaidah mencegah adanya kerumunan, menggunakan masker, menjaga jarak dan selalu sedia alat kebersihan diri. Untuk peta sebararan wilayah akan kita sasar masyarakat prasejahtera, desa-desa terpelosok yang masih minim bahkan tak ada kurban," ungkap Giyanto. Sabtu (1/8/2020).
(Baca juga: Banjir Sedalam 3 Meter Masih Rendan 54 Desa di Wajo )
(Baca juga: Ada 67 Kasus Baru, Jumlah Postif COVID-19 DIY Terus Melonjak )
Seperti penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tim penyembelih hewan kurban, layaknya petugas medis di rumah sakit. Kepala Cabang ACT Jateng, Giyanto mengatakan tim yang bertugas mendistribusikan daging di masyarakat juga diwajibkan untuk mematuhi protokol yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
"Penyembelihan dan pendistribusian daging kurban dilakukan oleh relawan dengan kaidah mencegah adanya kerumunan, menggunakan masker, menjaga jarak dan selalu sedia alat kebersihan diri. Untuk peta sebararan wilayah akan kita sasar masyarakat prasejahtera, desa-desa terpelosok yang masih minim bahkan tak ada kurban," ungkap Giyanto. Sabtu (1/8/2020).
(Baca juga: Banjir Sedalam 3 Meter Masih Rendan 54 Desa di Wajo )
Lihat Juga :