Ada 67 Kasus Baru, Jumlah Postif COVID-19 DIY Terus Melonjak
Minggu, 02 Agustus 2020 - 02:33 WIB
loading...
Kasus positif COVID-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus mengalami peningkatan. Foto/Ilustrasi
A
A
A
YOGYAKARTA - Kasus positif COVID-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali melonjak, Sabtu (1/8/2020) bahkan lebih banyak dibandingkan Jumat (30/7/2020). Yaitu bertambah 67 kasus sedangkan hari sebelumnya 64 kasus. Kini jumlah pasien positif COVID-19 di DIY menjadi 741 kasus.
(Baca juga: Digandeng PDIP, Biduan Iyeth Bustami Maju di Pilkada Bengkalis )
"Penambahan ini hasil pemeriksaan 734 sampel dari 639 orang," kata juru bicara Pemda DIY Penangganan COVID-19 , Berty Murtiningsih, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (1/8/2020),
Berty menjelaskan 67 kasu baru tersebut tercatat sebagai kasus 680 sampai 746. Kasus tersebut tersebar di empat wilayah,paling banyak di Sleman, 40 kaksus, disusul Bantul 19 kasus, kemudian Kota Yogyakarta 3 kasus dan Bantul 19 kasus, tiga kasus masih dalam penelusuran. "Gunungkidul hari ini tidak ada laporan penambahan," paparnya.
Untuk distrubusi ada empat kasus berdasarkan riwayat awal, yaitu hasil skrining karyawan kesehatan sebanyak 17 kasys, kontak tracing kasus 12 kaksus, perjalanan luar daerah 1 kasus dan tracing karyawan koperasi di Sleman 17 kasus. "Sisanya 20 kasus belum ada keterangan," terangnya.
(Baca juga: Digandeng PDIP, Biduan Iyeth Bustami Maju di Pilkada Bengkalis )
"Penambahan ini hasil pemeriksaan 734 sampel dari 639 orang," kata juru bicara Pemda DIY Penangganan COVID-19 , Berty Murtiningsih, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (1/8/2020),
Berty menjelaskan 67 kasu baru tersebut tercatat sebagai kasus 680 sampai 746. Kasus tersebut tersebar di empat wilayah,paling banyak di Sleman, 40 kaksus, disusul Bantul 19 kasus, kemudian Kota Yogyakarta 3 kasus dan Bantul 19 kasus, tiga kasus masih dalam penelusuran. "Gunungkidul hari ini tidak ada laporan penambahan," paparnya.
Untuk distrubusi ada empat kasus berdasarkan riwayat awal, yaitu hasil skrining karyawan kesehatan sebanyak 17 kasys, kontak tracing kasus 12 kaksus, perjalanan luar daerah 1 kasus dan tracing karyawan koperasi di Sleman 17 kasus. "Sisanya 20 kasus belum ada keterangan," terangnya.
Lihat Juga :