alexa snippet

Figur dengan Popularitas Tinggi Belum Tentu Menang di Pilgub Jabar

Figur dengan Popularitas Tinggi Belum Tentu Menang di Pilgub Jabar
Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
BANDUNG - Popularitas rupanya bukan jadi satu-satunya pertimbangan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam mengusung calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) di Pemilihan Gubernur Jawa Barat Tahun 2018.

Sekretaris DPD PDIP Jabar Abdi Yuhana mengungkapkan, belajar dari pilgub sebelumnya yakni 2008 dan 2013, popularitas seorang tokoh terbukti tidak cukup untuk memenangi pilkada di Jabar.

"Berdasarkan evaluasi Pilkada 2008 dan 2013 lalu, ternyata figur yang memiliki popularitas tinggi belum tentu juga menang di Pilkada Jabar. Contohnya saja Dede Yusuf waktu itu," kata Abdi saat dihubungi KORAN SINDO, Senin (20/3/2017).

Dalam menghadapi pilgub kali ini, pihaknya sudah menyiapkan skenario yang didasarkan pada tiga hal. Pertama, karena PDIP memiliki 20 kursi dan bisa mengusung calon sendiri, pihaknya memiliki waktu yang panjang hingga injury time untuk menentukan siapa calon yang akan diusung.

Kedua, hasil evaluasi pilkada sebelumnya, membuat PDIP tidak melulu terpatok pada figur yang miliki popularitas tinggi. Ketiga, keputusan calon yang diusung tersebut diserahkan pada domain keputusan DPP.

"Berdasarkan ketiga hal tersebut, kami dari DPD Jabar tentu akan melakukan seleksi yang lebih ketat. Rencananya seleksi penjaringan ini akan dilakukan di pertengahan Mei 2017. Mekanisme partai akan kami lakukan sebagaimana mestinya dan nanti akan kami lemparkan pada publik melalui survei. Dari hasil survei itulah kemudian baru kelihatan popularitas, elektabilitas, dan lainnya," jelas Abdi.

Menurutnya, selama ini Ridwan Kamil (RK) sudah intens melakukan komunikasi politik dengan DPP PDIP. Namun, komunikasi langsung dengan DPD Jabar maupun struktur di bawahnya belum dilakukan.

"Fungsi partai politik untuk memunculkan tokoh-tokoh yang duduk di lembaga politik. Kami juga memiliki kader internal yang mumpuni untuk memimpin Jabar, jadi kenapa tidak. Jika baik, salah satu atau bahkan keduanya yang kami usung untuk dicalonkan nanti," ujar Abdi.

Soal langkah Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang sudah mendahului untuk mengusung Ridwan Kamil, pihaknya mengaku tidak menutup kemungkinan untuk berkoalisi. Namun, tetap harus kembali pada rekomendasi dari DPP. "Kami akan patuh terhadap keputusan DPP." (Baca juga: Pilgub Jawa Barat, PKS Siap Salip NasDem).
(zik)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top