Ini Alasan Aliansi Mahasiswa Sulawesi Tenggara Laporkan Hashim Djojohadikusumo ke Polresta Kendari
Selasa, 15 Agustus 2023 - 22:03 WIB
loading...
Aliansi Mahasiswa Sulawesi Tenggara Pendukung Jokowi, melaporkan Hashim Djojohadikusumo ke Polresta Kendari, Selasa (15/8/2023). Foto/iNews TV/Febryono Tamenk
A
A
A
KENDARI - Dugaan pencatutan nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) oleh Hashim Djojohadikusumo, menjadi alasan Aliansi Mahasiswa Sulawesi Tenggara Pendukung Jokowi mendatangi Polresta Kendari. Mereka melaporkan Hashim Djojohadikusumo ke polisi, atas dugaan pencatunan nama Presiden Jokowi.
Baca juga: Ratusan Mahasiswa Pendukung Jokowi Laporkan Hashim Djojohadikusumo ke Polisi
Koordinator Aliansi Mahasiswa Sulawesi Tenggara Pendukung Jokowi, Adi Maliano menyatakan keberatan dengan pernyataan Hashim Djojohadikusumo yang menyebut Partai Golkar mendukung Prabowo Subianto sebagai bakal calon presiden (Bacapres) di Pilpres 2024, atas perintah Presiden Jokowi.
"Presiden Jokowi juga telah membantah pernyataan tersebut di Istana Negara, pada Senin (14/8/2023). Presiden Jokowi menyatakan tidak pernah memberikan restu atau izinnya kepada Partai Golkar untuk mendukung Prabowo Subianto," jelas Adi.
Baca juga: KKB Berulah Jelang HUT RI, Serang Paskibra dan Partoli Secara Brutal
Adi menilai, pernyataan Hashim Djojohadikusomo merupakan bentuk pembohongan publik. Dia meminta kepada Hashim Djojohadikusumo untuk membersihkan nama Presiden Jokowi, dan meminta maaf secara terbuka.
Baca juga: Ratusan Mahasiswa Pendukung Jokowi Laporkan Hashim Djojohadikusumo ke Polisi
Koordinator Aliansi Mahasiswa Sulawesi Tenggara Pendukung Jokowi, Adi Maliano menyatakan keberatan dengan pernyataan Hashim Djojohadikusumo yang menyebut Partai Golkar mendukung Prabowo Subianto sebagai bakal calon presiden (Bacapres) di Pilpres 2024, atas perintah Presiden Jokowi.
"Presiden Jokowi juga telah membantah pernyataan tersebut di Istana Negara, pada Senin (14/8/2023). Presiden Jokowi menyatakan tidak pernah memberikan restu atau izinnya kepada Partai Golkar untuk mendukung Prabowo Subianto," jelas Adi.
Baca juga: KKB Berulah Jelang HUT RI, Serang Paskibra dan Partoli Secara Brutal
Adi menilai, pernyataan Hashim Djojohadikusomo merupakan bentuk pembohongan publik. Dia meminta kepada Hashim Djojohadikusumo untuk membersihkan nama Presiden Jokowi, dan meminta maaf secara terbuka.
(eyt)
Lihat Juga :