Sejarah Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Tempat Deklarasi 4 Partai Dukung Prabowo Sebagai Capres
Senin, 14 Agustus 2023 - 14:58 WIB
loading...
A
A
A
Bangunan-bangunan yang dibangun pada kota ini terdiri dari bangunan rumah tinggal dan bangunan fasilitas penunjang seperti sekolah, kantor, gereja, toko, dan lain lain.
Di laman Munasprok juga menerangkan siapa saja yang pernah tinggal di rumah tersebut sebelum akhirnya disahkan sebagai Museum Perumusan Naskah Proklamasi yang kaya akan sejarah.
Sejak pertama kali dibangun, rumah ini memang diperuntukan sebagai kediaman resmi konsulat Kerajaan Inggris mulai tahun 1931 hingga 1942. Namun setelah kontrak dengan Inggris rampung, rumah ini berpindah tangan.
Mulai tahun 1942, rumah ini menjadi kediaman Laksamana Tadashi Maeda beserta keluarga besarnya hingga Agustus 1945. Pada momen ini, bangunan ini menjadi sejarah perumusan naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Pada tahun 1945, saat Laksamana Tadashi Maeda sudah tidak lagi tinggal di rumah ini, pada tahun 1961 hingga tahun 1981 rumah ini kembali diperuntukan sebagai rumah Duta Besar Inggris.
Atas gagasan Mendikbud Prof. Dr. Nugroho Notosusanto pada 1984 gedung bekas kediaman Laksamana Muda Tadashi Maeda diusulkan menjadi museum.
Saat dilakukan kajian pendirian museum, maka untuk sementara gedung ini menjadi kantor Perpustakaan nasional selama 1 tahun sebelum gedung Perpustakaan nasional yang baru di Jl. Salemba selesai dibangun.
Baca Juga Sejarawan Tak Permasalahkan Museum Naskah Proklamasi untuk Kegiatan Politik
Di laman Munasprok juga menerangkan siapa saja yang pernah tinggal di rumah tersebut sebelum akhirnya disahkan sebagai Museum Perumusan Naskah Proklamasi yang kaya akan sejarah.
Sejak pertama kali dibangun, rumah ini memang diperuntukan sebagai kediaman resmi konsulat Kerajaan Inggris mulai tahun 1931 hingga 1942. Namun setelah kontrak dengan Inggris rampung, rumah ini berpindah tangan.
Mulai tahun 1942, rumah ini menjadi kediaman Laksamana Tadashi Maeda beserta keluarga besarnya hingga Agustus 1945. Pada momen ini, bangunan ini menjadi sejarah perumusan naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Pada tahun 1945, saat Laksamana Tadashi Maeda sudah tidak lagi tinggal di rumah ini, pada tahun 1961 hingga tahun 1981 rumah ini kembali diperuntukan sebagai rumah Duta Besar Inggris.
Atas gagasan Mendikbud Prof. Dr. Nugroho Notosusanto pada 1984 gedung bekas kediaman Laksamana Muda Tadashi Maeda diusulkan menjadi museum.
Saat dilakukan kajian pendirian museum, maka untuk sementara gedung ini menjadi kantor Perpustakaan nasional selama 1 tahun sebelum gedung Perpustakaan nasional yang baru di Jl. Salemba selesai dibangun.
Baca Juga Sejarawan Tak Permasalahkan Museum Naskah Proklamasi untuk Kegiatan Politik
Lihat Juga :