Wujudkan Pemilu Damai Tanpa Hoaks, Bawaslu Jatim Singgung Etika Bermedia Sosial

Senin, 14 Agustus 2023 - 13:56 WIB
loading...
Wujudkan Pemilu Damai...
Kementerian Kominfo bersama GNLD Siberkreasi, menyelenggarakan Obral Obrol Literasi Digital, pada 11 Agustus 2023 yang mengangkat topik Pemilu Damai Tanpa Hoaks. Foto/Ist
A A A
SURABAYA - Masyarakat Indonesia tak lama lagi akan merayakan pesta demokrasi, sambut pemilihan umum presiden dan legislatif. Bulan-bulan politik seperti ini, persaingan antar calon semakin ketat tak terkecuali di antara para pendukung.

Karena itu, berbagai cara dilakukan untuk mendapatkan hati pemilih. Namun, sayang berbagai cara yang dilakukan seringkali dalam bentuk berita hoaks.

Untuk mewujudkan pemilu berjalan damai tanpa hoaks Kementerian Kominfo bersama GNLD Siberkreasi, menyelenggarakan Obral Obrol Literasi Digital, pada 11 Agustus 2023 yang mengangkat topik "Pemilu Damai Tanpa Hoaks".

Partnership Manager Mafindo, Dewi Sari mengatakan hoaks dapat merusak integritas, memengaruhi dan memicu konflik. Karena itu, aspek-aspek penting dalam pemilu, seperti demokrasi yang sehat, kredibilitas lembaga, dan partisipasi publik penting di jaga melalui literasi. Dewi menghimbau untuk selalu melakukan fact check atau cek fakta.

"Karena membantu memastikan keaslian informasi untuk cegah penyebaran hoaks menggunakan pencarian fakta berdasarkan berita resmi dari media mainstream yang terdaftar Dewan Pers," tegas Dewi, Senin (14/8/2023).

Baca Juga: Sedulur Saklawase Gelar Konsolidasi Gelorakan Semangat Pemilu Damai
">

Ketua Umum AKSI Wanseslaus Manggut menyebut, pola munculnya hoaks dapat dideteksi sejak dini. Masyarakat dapat mendeteksi hoaks melalui judul berita yang bombastis dan mengadu domba, sehingga perlu diwaspadai. Tak hanya itu, target hoaks juga dapat dikenali secara kasat mata, seperti saat masa pemilu hoaks dapat menyasar DPT.

"Dari peta dan pola yang ada, praktisnya kita punya persiapan yang diorkestrasi secara menyeluruh, berdasarkan pattern yang terjadi," ujar Wanseslaus.

Namun, dari pengalaman pemilu dua kali sebelumnya, hoaks beredar terlebih dahulu ke masyarakat, baru diklarifikasi kemudian dengan kecepatan rasio klarifikasi satu per sepuluh atau klarifikasi hanya 10% dari berita hoaks yang beredar.

Komisioner Bawaslu Jawa Timur (Jatim) Nur Aulia Anggraini menyatakan, ketika pola-pola munculnya hoaks dapat diidentifikasi, maka penyelenggara pemilu dapat mengorkestrasi pencegahan hoaks, dengan melibatkan pihak-pihak platform sosial media.

Karena itu, Bawaslu melakukan pencegahan pelanggaran pemilu. Pada pengalaman pemilu tahun 2019, Bawaslu mengidentifikasi hoaks meningkat dua bulan jelang pemilu, dan masih berlanjut hingga 2-3 bukan setelah pencoblosan.

Menurut Aulia, algoritma media sosial patut diwaspadai. Karena, tautan konten hoaks dapat menuntun pengguna media sosial lain turut menaut berita hoaks.

"Etika di dunia nyata, dapat diterapkan di media sosial. Karena itu, etika bermedia sosial dapat diterapkan pada konteks elektoral," ujar Aulia.
(hri)
Lihat Juga :
wa-channel
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Raih Penghargaan Kemendagri,...
Raih Penghargaan Kemendagri, Gubernur Khofifah: Hasil Sinergi Semua Elemen
Dari Wonosobo, Jawa...
Dari Wonosobo, Jawa Tengah Nyatakan Perang Melawan Hoaks
Bea Cukai Gagalkan 7...
Bea Cukai Gagalkan 7 Juta Batang Rokok Ilegal di Tol Jawa Timur Senilai Rp10,39 Miliar
Isu Sawit Mengemuka...
Isu Sawit Mengemuka di USU, Mahasiswa Diminta Lawan Hoaks dengan Riset
Pimpin Misi Dagang Perdana,...
Pimpin Misi Dagang Perdana, Khofifah Sukses Integrasikan Pasar Jatim-Jateng Lebih dari Rp3,152 Triliun
Lawan Hoax, Pemkab Serang...
Lawan Hoax, Pemkab Serang Pastikan Anyer-Cinangka Nyaman saat Libur Nataru
Polemik Ijazah Jokowi,...
Polemik Ijazah Jokowi, Bonatua Silalahi Gugat KPU, Bawaslu, hingga Rektor UGM
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
SPMB Jatim 2026 Dibuka,...
SPMB Jatim 2026 Dibuka, Simak Jalur, Kuota, dan Jadwal Lengkap SMA-SMK Negeri
Rekomendasi
Lolos ke Jakarta, Peserta...
Lolos ke Jakarta, Peserta Liga Bintang Juara GTV Ungkap Pengalaman Seru dan Menegangkan
10 Fakta Menarik Grup...
10 Fakta Menarik Grup B Piala Dunia 2026: Ada Alajbegovic Sang Pencetak Gol Jarak Jauh Termuda
Qatar Tersingkir dari...
Qatar Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Bosnia-Herzegovina Jaga Kans Lolos ke 32 Besar
Berita Terkini
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Terpopuler
Infografis
Pemilu Nasional dan...
Pemilu Nasional dan Lokal Dipisah, Apa Saja Dampaknya?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved