Kekurangan Siswa, Kepsek Swasta se-Tangsel Protes Sistem PPDB

Rabu, 09 Agustus 2023 - 18:34 WIB
loading...
Kekurangan Siswa, Kepsek...
Perkumpulan Kepala Sekolah Swasta (PKSS) Kota Tangsel menggelar demonstrasi di Gedung DPRD Kota Tangsel, Rabu (9/8/2023). Foto/MPI/Hambali
A A A
TANGERANG SELATAN - Perkumpulan Kepala Sekolah Swasta (PKSS) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar demonstrasi di Gedung DPRD Kota Tangsel, Rabu (9/8/2023). Aksi ini buntut kurangnya jumlah siswa di sekolah swasta, namun siswa baru justru menumpuk di sekolah negeri.

Para kepala sekolah se-Kota Tangsel itu menuntut perbaikan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Di mana dalam pelaksanaannya terdapat penyimpangan melalui percaloan jalur belakang atau disebut 'titipan'.

Ketua PKSS Kota Tangsel, Eko Pranoto Prabakti mengatakan, semenjak pemberlakuan sistem PPDB diberlakukan, gelombang siswa yang berminat masuk ke sekolah negeri terus meningkat. Ditambah lagi adanya dugaan kuota jalur percaloan.

"Kita tahu semua, sistem zonasi ini banyak rekayasa, banyak oknum yang melakukan titipan dan transaksional. Kami ingin dari sekolah swasta ini ada perubahan besar," ujarnya.

Baca: Kisruh PPDB Zonasi, Pemkot Bogor Perketat Proses Perpindahan Penduduk

Menurut dia, orang tua siswa berlomba memasukan anak mereka ke sekolah negeri melalui praktik percaloan. Hal itu bisa dibuktikan dengan menumpuknya jumlah siswa pada tiap ruangan kelas di sekolah negeri. "Siswa swasta akhirnya tergerus, sekarang hampir seluruh sekolah swasta siswanya kurang," ujarnya.

Dia mengatakan, dunia pendidikan di Tangsel saat ini telah diintervensi oleh pihak-pihak berpengaruh demi mendapat keuntungan. Kondisi demikian, membuat dunia pendidikan semakin terpuruk dari tahun ke tahun.

"Bahwa ini ranah pendidikan harus dikelola sesuai dengan marwahnya, jangan diintervensi oleh kepentingan-kepentingan politik, kepentingan-kepentingan perorangan, yang tujuannya merusak nilai-nilai pendidikan itu sendiri," ujarnya.

Ketua Komisi 2 DPRD Tangsel, Abdul Rahman ikut mendukung upaya perbaikan dunia pendidikan yang digagas oleh PKSS. Menurut dia, sistem PPDB harus diubah karena telah menimbulkan gejolak di dunia pendidikan dan masyarakat.

"Kami ingin perubahan dunia pendidikan di Tangsel. Tidak adil rasanya sistem zonasi PPDB itu. Aturan sistem zonasi ini semua dari pemerintah pusat, kami minta aturan ini dicabut, direvisi kembalikan seperti dulu lagi," ujarnya.

Dia menambahkan, pihaknya akan mengadakan dialog ulang dengan PKSS setelah aksi demo hari ini. Pertemuan berikut nantinya akan dijadikan masukan untuk perbaikan sistem pendidikan di Tangsel.

(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Daftar SD dan SMP Swasta...
Daftar SD dan SMP Swasta Gratis di SPMB Kota Semarang 2026, Cek Jadwal dan Cara Daftarnya
PMB Sekolah Swasta Gratis...
PMB Sekolah Swasta Gratis Jakarta 2026 Segera Dibuka, Cek Syarat dan Jadwalnya
Peletakan Batu Pertama...
Peletakan Batu Pertama Kampus Baru SPH Pluit, Ditarget Selesai Desember 2027
Rekomendasi
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Berita Terkini
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Infografis
Driver Online Gelar...
Driver Online Gelar Aksi Mogok Massal se-Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved