Pemkot Cimahi Bolehkan Warga Luar Masuk Saat Idul Adha, Asal Lapor RT
Rabu, 29 Juli 2020 - 15:09 WIB
loading...
Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna. Foto/Dok.SINDOnews
A
A
A
CIMAHI - Warga luar daerah yang akan mudik atau mengunjungi kerabatnya di Cimahi, Jabar, pada libur Idul Adha mendatang tidak dilarang.
Asalkan, mereka atau kerabatnya selaku tuan rumah di Cimahi melapor ke pengurus RT dan RW setempat sebagai data traffic orang yang datang dan keluar.
"Kami tidak melarang orang dari luar daerah datang ke Cimahi termasuk saat libur Idul Adha. Tapi mereka harus tercatat atau lapor ke pengurus RT dan RW setempat," kata Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna kepada wartawan, Rabu (29/7/2020).
Ajay menyebutkan, alasan pendatang dari luar daerah wajib lapor ke pengurus RT dan RW agar memudahkan pelaksanaan tracking jika kemudian diketahui ada kasus positif COVID-19.
Terlebih, saat ini Cimahi masih mewaspadai penularan COVID-19 karena belum masuk zoma hijau sehingga SOP dan penerapan protokol kesehatan harus tetap dilakukan.
Dirinya menilai, suasana mudik atau silaturahim keluarga saat Idul Adha tidak akan terlalu tinggi seperti saat merayakan Idul Fitri.
Meskipun antisipasi tetap dilakukan dengan tidak melonggarkan pengawasan. Selain itu, pemudik juga wajib memeriksakan diri ke puskesmas terdekat. Bila memungkinkan bisa melaksanakan rapid test maupun swsb test mandiri.
Asalkan, mereka atau kerabatnya selaku tuan rumah di Cimahi melapor ke pengurus RT dan RW setempat sebagai data traffic orang yang datang dan keluar.
"Kami tidak melarang orang dari luar daerah datang ke Cimahi termasuk saat libur Idul Adha. Tapi mereka harus tercatat atau lapor ke pengurus RT dan RW setempat," kata Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna kepada wartawan, Rabu (29/7/2020).
Ajay menyebutkan, alasan pendatang dari luar daerah wajib lapor ke pengurus RT dan RW agar memudahkan pelaksanaan tracking jika kemudian diketahui ada kasus positif COVID-19.
Terlebih, saat ini Cimahi masih mewaspadai penularan COVID-19 karena belum masuk zoma hijau sehingga SOP dan penerapan protokol kesehatan harus tetap dilakukan.
Dirinya menilai, suasana mudik atau silaturahim keluarga saat Idul Adha tidak akan terlalu tinggi seperti saat merayakan Idul Fitri.
Meskipun antisipasi tetap dilakukan dengan tidak melonggarkan pengawasan. Selain itu, pemudik juga wajib memeriksakan diri ke puskesmas terdekat. Bila memungkinkan bisa melaksanakan rapid test maupun swsb test mandiri.
Lihat Juga :