Merah Tak Tersisa
Rabu, 29 Juli 2020 - 06:29 WIB
loading...
A
A
A
Saat ini muncul klaster baru penyebaran Covid-19 yaitu kawasan perkantoran di DKI Jakarta. Ada 59 klaster perkantoran penyebaran Covid-19 dengan 375 kasus. Dekan Fakultas Kedokteran UI Ari Fahrial Syam mengimbau warga tidak mengabaikan protokol kesehatan yang ditetapkan.
“Klaster baru ditemukan di perkantoran. Banyak kasus Covid-19 tanpa gejala,” ujarnya, Selasa kemarin. Hal itu terjadi salah satunya karyawan yang abai akan protokol kesehatan yang berlaku. “Karyawan abai saat berinteraksi di antara mereka. Terutama saat berada di pantry atau saat ngobrol tanpa physical distancing,” ucapnya.
Dengan diabaikannya protokol yang berlaku membuat penularan dengan mudah terjadi di perkantoran. Karena saat ini banyak karyawan sudah bekerja kembali di kantor. Banyak pekerja yang menilai diri mereka sehat. Padahal, Covid-19 bisa memapari mereka tanpa gejala. “Mereka menyangka mereka sehat sehingga lupa ternyata orang tanpa gejala,” ujar Ari. (Baca juga: Hubungan Iran-China Makin Mesra, Israel Was-was)
Dengan kondisi ini, maka tindakan tegas harus diambil oleh pemerintah. “Pemerintah harus melakukan law enforcement yang tegas buat yang abai dalam melaksanakan protokol kesehatan," tegasnya. Pekerja di Jakarta didominasi masyarakat komuter dari wilayah penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Ari berpandangan kurang optimalnya wilayah penyangga dalam melakukan tes juga menjadi pemicu adanya klaster baru di perkantoran.
Sementara, Pemprov DKI dinilai sangat gencar melakukan tes. “Jakarta agresif dalam pemeriksaan begitu juga di perkantoran. Kalau saja wilayah Botabek juga agresif dilakukan active case finding akan ditemukan kasus-kasus baru. Daerah penyangga kurang optimal dalam active case finding karena keterbatasan pemeriksaan PCR dan mobilitas masyarakat,“ ungkap Ari. (Baca juga: Dinasti Politik, Sinyal Kat Makin Tergerusnya Demokrasi)
“Klaster baru ditemukan di perkantoran. Banyak kasus Covid-19 tanpa gejala,” ujarnya, Selasa kemarin. Hal itu terjadi salah satunya karyawan yang abai akan protokol kesehatan yang berlaku. “Karyawan abai saat berinteraksi di antara mereka. Terutama saat berada di pantry atau saat ngobrol tanpa physical distancing,” ucapnya.
Dengan diabaikannya protokol yang berlaku membuat penularan dengan mudah terjadi di perkantoran. Karena saat ini banyak karyawan sudah bekerja kembali di kantor. Banyak pekerja yang menilai diri mereka sehat. Padahal, Covid-19 bisa memapari mereka tanpa gejala. “Mereka menyangka mereka sehat sehingga lupa ternyata orang tanpa gejala,” ujar Ari. (Baca juga: Hubungan Iran-China Makin Mesra, Israel Was-was)
Dengan kondisi ini, maka tindakan tegas harus diambil oleh pemerintah. “Pemerintah harus melakukan law enforcement yang tegas buat yang abai dalam melaksanakan protokol kesehatan," tegasnya. Pekerja di Jakarta didominasi masyarakat komuter dari wilayah penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Ari berpandangan kurang optimalnya wilayah penyangga dalam melakukan tes juga menjadi pemicu adanya klaster baru di perkantoran.
Sementara, Pemprov DKI dinilai sangat gencar melakukan tes. “Jakarta agresif dalam pemeriksaan begitu juga di perkantoran. Kalau saja wilayah Botabek juga agresif dilakukan active case finding akan ditemukan kasus-kasus baru. Daerah penyangga kurang optimal dalam active case finding karena keterbatasan pemeriksaan PCR dan mobilitas masyarakat,“ ungkap Ari. (Baca juga: Dinasti Politik, Sinyal Kat Makin Tergerusnya Demokrasi)
Lihat Juga :