Seniman Siantar Diajak Lebih Kreatif Berkarya untuk Wujudkan Merdeka Keuangan
Senin, 31 Juli 2023 - 15:28 WIB
loading...
Staf Khusus Menteri Hukum dan HAM, Bane Raja Manalu saat acara Road to Bagak Local Fest di Siantar Barat, Kota Pematang Siantar, Sumut. Foto/Ist
A
A
A
SIANTAR - Para seniman di Pematang Siantar, Sumatera Utara diajak untuk lebih produktif dalam berkarya dan mencapai merdeka keuangan melalui karya-karyanya. Dengan demikian diharapkan seniman bisa hidup lebih sejahtera.
"Saya hanya mau meminta kepada teman-teman satu hal. Bantu saya menciptakan manusia-manusia Bagak. Manusia Bagak adalah manusia yang penuh dengan karya, manusia yang mampu menghasilkan karya, manusia yang merdeka secara keuangan," kata Staf Khusus Menteri Hukum dan HAM, Bane Raja Manalu saat acara Road to Bagak Local Fest yang digelar di Siantar Barat, Kota Pematang Siantar, Minggu (30/7/2023).
Baca juga: Kampung Pematang, Jejak Raja Siantar yang Masih Tersisa
Menurut Bane, manusia yang mencapai merdeka keuangan adalah manusia yang bisa hidup cukup, dan bisa membiayai kebutuhan anak-anak serta keluarganya.
"Saya pesankan bagaimana agar anak-anak muda Siantar bisa berkarya dan merdeka secara keuangan. Kemudian, bagaimana anak-anak muda Siantar melihat politisi atau pejabat, harus melihat bahwa mereka menjadi teman kolaborasi," beber pendiri Yayasan Bagak tersebut.
"Saya hanya mau meminta kepada teman-teman satu hal. Bantu saya menciptakan manusia-manusia Bagak. Manusia Bagak adalah manusia yang penuh dengan karya, manusia yang mampu menghasilkan karya, manusia yang merdeka secara keuangan," kata Staf Khusus Menteri Hukum dan HAM, Bane Raja Manalu saat acara Road to Bagak Local Fest yang digelar di Siantar Barat, Kota Pematang Siantar, Minggu (30/7/2023).
Baca juga: Kampung Pematang, Jejak Raja Siantar yang Masih Tersisa
Menurut Bane, manusia yang mencapai merdeka keuangan adalah manusia yang bisa hidup cukup, dan bisa membiayai kebutuhan anak-anak serta keluarganya.
"Saya pesankan bagaimana agar anak-anak muda Siantar bisa berkarya dan merdeka secara keuangan. Kemudian, bagaimana anak-anak muda Siantar melihat politisi atau pejabat, harus melihat bahwa mereka menjadi teman kolaborasi," beber pendiri Yayasan Bagak tersebut.
Lihat Juga :