Warga Keluhkan Proyek Jalan Masuk Olympic City Bogor

Selasa, 28 Juli 2020 - 23:14 WIB
loading...
Warga Keluhkan Proyek...
Proyek pembangunan akses jalan masuk ke area One Central Business District (OCBD) Olympic City di Kelurahan Cibuluh, Bogor Utara, Kota Bogor, dikeluhkan warga. SINDOnews/Haryudi
A A A
BOGOR - Proyek pembangunan akses jalan masuk ke area One Central Business District (OCBD) Olympic City di Kelurahan Cibuluh, Bogor Utara, Kota Bogor , dikeluhkan warga. Sebab, proyek tersebut menurut warga merusak lingkungan dan berpotensi menimbulkan banjir yang lebih besar.

"Hari biasa saja, nggak ada pondasi di situ banjir. Apalagi sekarang tertutup gitu. Nggak ada tuh (sebelum membangun) minta persetujuan warga, arogan banget," kata Leniati, (68), warga Kelurahan Cibuluh, Bogor Utara, yang kediamannya tak jauh dari proyek pembangunan jalan dan jembatan akses masuk area OCBD Olympic City, Selasa (28/07/2020).

Dia menceritakan saat awal menjadi pabrik furniture saja, pihak Olympic tidak ada sosialiasi kepada warga sekitar terkait dampak lingkungan keluar masuk kendaraan besar pengangkut barang. (Baca juga; Kepala Daerah Jabodetabekjur Berkumpul, Bima Arya Minta Perkuat Tiga Aspek Ini )

"Selokan depan rumah saya ketutup, kemudian saat hujan air yang di kali Ciparigi meluap karena menyempit. Memang sih tidak masuk ke rumah saya, jadi jalan air (drainase) ditutup sama dia (pihak Olympic) di situ. Nah sekarang sungai yang ditutup sama dia," tuturnya.

Dia mengaku, saat masih pemasangan pondasi yang menutup jalan dan kali Ciparigi, sempat didemo warga. Bahkan Lurah Cibuluh sempat hadir dan menunda pekerjaan proyek tersebut. "Sempat demo warga kemudian lurah datang. Tapi sekarang malah jalan terus, berarti adanya lurah datang ke situ buat apa," katanya.

Istri mantan pejabat itu juga mengkhawatirkan saat musim hujan sebelum ada proyek pembangunan akses jalan masuk area OCBD saja sudah jadi langganan banjir disekitar jalan alternatif Kampung Kaum Sari. (Baca juga; Karaoke, SPA dan Panti Pijat Buka, Pendapatan Kota Bekasi Kembali Naik )

"Sekarang ketika sudah dibangun jalan dan pondasi jembatan gitu, kemungkinan air bakal masuk ke rumah saya jika hujan turun. Saya kira ini tidak bisa dibiarkan karena ini merusak lingkungan," kata ibu anak empat itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pendaftaran SPMB SD...
Pendaftaran SPMB SD Kota Bogor 2026 Mulai 8 Juni, Ini Syarat dan Cara Seleksinya
Kontribusi BRI untuk...
Kontribusi BRI untuk Program Rumah Subsidi Tembus Rp9,2 Triliun, Kuasai 54% Pasar Nasional
NavaPark Dorong Konsep...
NavaPark Dorong Konsep Healthy Lifestyle lewat Hunian Premium Berbasis Wellness
Rekomendasi
Cipta Cendikia FA U-15...
Cipta Cendikia FA U-15 dan Putri JP Jakarta U-18 Juara Hydroplus Soccer League Jakarta 2025/2026
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Bukan Garasi Pejabat...
Bukan Garasi Pejabat Biasa: Dua Harley, Tiga Jip Legendaris, dan Rompi Oranye Silmy Karim
Berita Terkini
Stafsus Menag Sayangkan...
Stafsus Menag Sayangkan Pembubaran Kemah Pemuda Ahmadiyah di Karanganyar
Rooting for Future,...
Rooting for Future, PAMA Bersama UGM dan OIKN Penanaman Pohon Bersama
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
Pemprov Jakarta Gelar...
Pemprov Jakarta Gelar Atraksi Budaya Betawi di CFD Rasuna Said
Puluhan Keluarga di...
Puluhan Keluarga di HSS Miliki Kepastian Hukum atas Tanahnya lewat Reforma Agraria Badan Bank Tanah
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
Infografis
7 Universitas Islam...
7 Universitas Islam Negeri Terbaik Masuk Top 100 Nasional Webometrics 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved