Sosok Ganjar di Mata Teman Kuliah: Menghargai Perbedaan dan Merakyat!
Jum'at, 28 Juli 2023 - 09:04 WIB
loading...
Lutfi Yazid saat kegiatan reuni FH UGM angkatan 87 di Kota Semarang. Foto/MPI/Eka Setiawan
A
A
A
SEMARANG - Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dinilai sebagai sosok yang mudah bergaul, sangat menghargai perbedaan dan merakyat. Bacapres Partai Perindo ini dinilai sebagai sosok yang mempunyai pertemanan yang sangat luas.
Hal itu diungkapkan Lutfi Yazid, teman satu kuliah Ganjar di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 87, di sela-sela kegiatan reuni angkatan itu di Kota Semarang, Kamis (27/7/2023) malam.
“Walaupun dengan segala kesederhanaan ketika itu, dia tetap menjaga pertemanan, perkawanan, dengan kawan-kawan kita,” kata Yazid yang juga berprofesi sebagai advokat dan dosen ini.
Baca Juga: Ketua FH UGM 87: Ganjar Sosok Setia pada Persahabatan
Dia optimis, sahabatnya yang dikenal sebagai sosok pemimpin muda, energetik, merakyat, berprestasi, berpengalaman dan family man itu bisa menjadi pemersatu ketika saat ini terjadi polarisasi di masyarakat menjelang Pemilu 2024.
“Saya berharap Ganjar ini sebagai capres, sebagai penutup buku dari adanya perselisihan, adanya konflik lah di masyarakat, perbedaan yang tajam, yang sangat tidak produktif di dalam Pemilu-Pemilu yang lalu,” sambungnya.
Hal itu diungkapkan Lutfi Yazid, teman satu kuliah Ganjar di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 87, di sela-sela kegiatan reuni angkatan itu di Kota Semarang, Kamis (27/7/2023) malam.
“Walaupun dengan segala kesederhanaan ketika itu, dia tetap menjaga pertemanan, perkawanan, dengan kawan-kawan kita,” kata Yazid yang juga berprofesi sebagai advokat dan dosen ini.
Baca Juga: Ketua FH UGM 87: Ganjar Sosok Setia pada Persahabatan
Dia optimis, sahabatnya yang dikenal sebagai sosok pemimpin muda, energetik, merakyat, berprestasi, berpengalaman dan family man itu bisa menjadi pemersatu ketika saat ini terjadi polarisasi di masyarakat menjelang Pemilu 2024.
“Saya berharap Ganjar ini sebagai capres, sebagai penutup buku dari adanya perselisihan, adanya konflik lah di masyarakat, perbedaan yang tajam, yang sangat tidak produktif di dalam Pemilu-Pemilu yang lalu,” sambungnya.
Lihat Juga :