Ngeri! 2 Harimau Sumatera Kelaparan Teror Permukiman Warga Mukomuko Bengkulu

Kamis, 27 Juli 2023 - 12:13 WIB
loading...
Ngeri! 2 Harimau Sumatera...
Warga menunjukan dua ekor di areal permukiman penduduk Desa Gajah Makmur dan UPT Desa Lubuk Talang, Kecamatan Malin Deman, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu. Foto/MPI/Demon Fajri
A A A
BENGKULU - Dua ekor Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) melakukan patroli areal permukiman penduduk Desa Gajah Makmur dan UPT Desa Lubuk Talang, Kecamatan Malin Deman, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.

Kehadiran dua ekor kucing terbesar di dunia itu ditandai dengan penemuan jejak telapak kaki di areal pemukiman penduduk. Kondisi itu membuat warga yang bermukim di daerah tersebut menjadi cemas dan was-was.

Kepala Desa Gajah Makmur Kecamatan Malin Deman, Gutomo mengatakan, harimau sumatera dewasa kembali muncul dua hari terakhir disekitar pemukiman penduduk, tak jauh dari areal perkebunan sawit.

Baca Juga: Enam Anjing Hilang Dimangsa Harimau Sumatera

Sejak tahun 2021, ditemukan 39 kejadian keberadaan harimau di daerahnya. Di mana sebanyak 12 ekor sapi dan 1 ekor kambing telah disantap raja hutan tersebut.

Intensitas temuan jejak telapak kaki harimau ini, terang Gutomo, semakin meningkat usai kejadian penerimaan 1 ekor sapi pada Rabu 3 Mei 2023. Kedatangan harimau ini diduga mengintai hewan ternak milik warga setempat.

“Dua hari ini warga menemukan jejak telapak kaki Harimau di sekitar pemukiman penduduk. Kedatangan Harimau ini sudah terjadi sejak 2 tahun terakhir,” kata Gutomo kepada wartawan, Kamis (27/7/2023).

Upaya penanganan konflik masyarakat dan harimau sumatera telah dibentuk Tim Satgas Mitigasi Konflik. Namun, kata Gutomo, dalam penanganan tetap membutuhkan petugas dan instansi terkait.

Sebab, penanganan konflik bukan hanya dari Tim Satgas yang telah dibentuk. Namun, musti ada sampingan dari pihak berwenang. Seperti, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Baca Juga: Banyumas Gempar, Ada Jejak Harimau Memasuki Perkampungan

”Kami khawatir jika tidak segara disikapi nantinya akan memakan korban ternak dan masyarakat setempat,” jelas Gutomo.

Ketua Kanopi Hijau Indonesia Ali Akbar mengatakan, konflik satwa liar di Kecamatan Malin Deman ini dilematis. Ia menyebut, disatu sisi hariamau hewan dilindungi dan satu sisi lainnya ternak merupakan aset komunitas.

Optimalnya, kata Ali, penanganan konflik satwa liar di wilayah musti dilakukan secara kolaboratif, baik dari pihak yang bertanggungjawab dan masyarakat di sekitar kawasan hutan.

“Seharusnya BKSDA selaku pemangku kebijakan yang bertanggungjawab soal satwa dilindungi, dalam situasi ini seharusnya ada di lokasi untuk mengantisipasi potensi kerugian baik bagi satwa maupun ternak warga” terangnya.



Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Bengkulu Said Jauhari mengatakan daerah tersebut masuk kawasan hutan diminta tetap waspada.Untuk masyarakat yang memelihara hewan ternak agar mengandangkan dalam kandang yang tahan dari serangan harimau.

Selain itu, tambah Said, pihaknya juga akan melakukan pengusiran harimau yang masuk ke areal perkampungan masyarakat setempat.

”Kita mengajak masyarakat agar tidak melepasliarkan hewan ternak agar terhindar dari setengah Harimau, dan dalam waktu dekat kita akan melakukan pengusiran hatiku yang berada di kawasan tersebut,” tandasnya.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Profil Brigjen Pol Yudhi...
Profil Brigjen Pol Yudhi Sulistianto Wahid, Kapolda Bengkulu Lulusan Akpol 1996
10 Tahun Tanpa Kantor,...
10 Tahun Tanpa Kantor, Kini PPP Bengkulu Tengah Siap Tancap Gas
Prabowo Minta PU-KAI...
Prabowo Minta PU-KAI Segera Bangun Rumah untuk Warga Bantaran Rel Senen
Seskab Teddy: Pak Presiden...
Seskab Teddy: Pak Presiden Dadakan ke Bantaran Rel Senen, Warga Antusias
Momen Prabowo Menyusuri...
Momen Prabowo Menyusuri Permukiman di Bantaran Rel Kereta Api Senen Tanpa Pengawalan Ketat
Pramono Tertibkan Jam...
Pramono Tertibkan Jam Operasional Lapangan Padel di Permukiman Warga
Perbedaan Hewan Dam...
Perbedaan Hewan Dam Haji dan Kurban, Simak Penjelasannya di Sini!
KAI Logistik dan Bogantara...
KAI Logistik dan Bogantara Jajaki Usaha Pengiriman Hewan Ternak
Perdagangan Harimau...
Perdagangan Harimau Semakin Merajalela, Indonesia Termasuk Penyumbang Terbesar
Rekomendasi
LM FEB UI Tekankan Pentingnya...
LM FEB UI Tekankan Pentingnya Merekayasa Human Performance di Era AI
MPMX Bekali Wirausaha...
MPMX Bekali Wirausaha Disabilitas dengan Literasi Keuangan dan Digital
Kepala BGN Nanik Deyang...
Kepala BGN Nanik Deyang Pastikan Anak Orang Kaya Tak Akan Dapat MBG Lagi
Berita Terkini
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
Beri Semangat Anak Pejuang...
Beri Semangat Anak Pejuang Leukemia, Polres Jakpus Wujudkan Harapan Deni Jadi Polisi Cilik
Infografis
Klasemen Medali SEA...
Klasemen Medali SEA Games 2025, Senin 15 Desember: Indonesia Nyaman di Posisi 2
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved