Driver Ojol Lintas Aplikator Ngumpul di Duren Sawit Jaktim, Ada Apa?

Minggu, 02 Juli 2023 - 17:52 WIB
loading...
Driver Ojol Lintas Aplikator...
Driver ojek online (ojol) lintas aplikator berkumpul di Pintu Air Malaka Sari, Buaran, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (2/7/2023). Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Driver ojek online (ojol) lintas aplikator berkumpul di Pintu Air Malaka Sari, Buaran, Duren Sawit, Jakarta Timur , Minggu (2/7/2023). Mereka mendeklarasikan dukungan untuk Bakal Calon Presiden Anies Baswedan pada Pilpres 2024.

Mereka yang mengatasnamakan Relawan DOA atau Deklarasi Ojol Anies for Presiden 2024 optimistis mantan Gubernur DKI Jakarta itu akan membawa perubahan bagi nasib mereka.

"Kami yakin nasib kami yang selama ini kurang baik akan berubah dengan Anies jadi Presiden," ujar Ketua Relawan DOA Welly Aksa.

Baca juga: Tarif Naik, Driver Ojol Daerah Ikut Semringah

Mereka membacakan 3 tuntutan Deklarasi Ojol Indonesia untuk Anies Presiden yakni pertama, pengemudi ojol menyatakan dukungan terhadap gagasan perubahan termasuk perubahan pada pengaturan ojol sehingga meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan pengemudi ojol.

Kedua, pengemudi ojol menyatakan NKRI adalah harga mati, begitu juga Anies Presiden 2024 adalah harga mati. Ketiga, pengemudi ojol pada saat hari pencoblosan siap menjadi saksi bekerja sama dengan tim sukses resmi Anies demi memerangi segala kemungkinan terjadinya kecurangan.

Welly menuturkan status pekerja ojol di UU Omnibus Law tidak disebutkan, bahkan dia menilai negara kurang memerhatikan keberadaan mereka.

Indikasinya, sudah 10 tahun ini pendapatan ojol masih jauh di bawah UMP DKI Jakarta. "Kami mencari Rp100.000 saja per hari susah," ucapnya.

Menurut dia, keberadaan ojol selama ini telah memperlancar dan mempercepat arus barang dan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Namun, kontribusi ojol tidak ditunjang oleh perlindungan yang memadai sehingga status pengemudi ojol hingga saat ini tidak jelas.

Driver ojol dianggap bukan pekerja sehingga UU Perburuhan tidak berlaku, namun dianggap mitra walaupun hubungan kemitraan ini sangat timpang dan sepihak. Sehingga, semakin banyak pengemudi ojol hidup dalam penderitaan dengan bekerja sekitar 16 jam per hari, namun mendapatkan uang lebih rendah dari UMP.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
Pengamat Soroti Dukungan...
Pengamat Soroti Dukungan Sejumlah Driver Ojol untuk Nadiem di Sidang Korupsi Chromebook
Efek Komisi Turun Gerus...
Efek Komisi Turun Gerus Pendapatan Aplikator Ojol, Ini Penyelamatnya
Rekomendasi
Kreasa Fest 2026 Jadi...
Kreasa Fest 2026 Jadi Ajang Mahasiswa Untar Perkenalkan Budaya Indonesia di Era Digital
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Ruben Onsu Tegur Keras...
Ruben Onsu Tegur Keras Giorgio: Jangan Buat Kesan Seolah Ayahnya Sudah Tidak Ada
Berita Terkini
Gempa M5,4 Guncang Sangihe...
Gempa M5,4 Guncang Sangihe Sulut Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
Catat! Minggu Ini Tidak...
Catat! Minggu Ini Tidak Ada CFD di Jalan Sudirman-Thamrin dan Rasuna Said
Puncak Musim Kemarau...
Puncak Musim Kemarau Agustus 2026, BMKG Ingatkan Dampak El Nino
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved