alexa snippet

Cerita Mistik di Balik Penemuan Buaya Muara di Pantai Madasari

Cerita Mistik di Balik Penemuan Buaya Muara di Pantai Madasari
Ema Icih (foto:Syamsul/Koran Sindo)
A+ A-
PANGANDARAN - Penemuan buaya di perbatasan muara sungai dengan pantai Madasari Desa Masawah, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, menyimpan kisah mistik.

Juru kunci pantai Madasari Ema Icih (88) mengatakan, buaya tersebut merupakan siluman atau mahluk halus. Sebelum ditemukan oleh masyarakat, Ema Icih mengaku kedatangan oleh karuhunnya dari alam gaib bernama Aki Juni dan Nene Juni.

“Mereka berpesan masyarakat harus waspada dan berhati-hati jangan merusak alam, selain itu mereka berdua memberi kabar bahwa akan terjadi kejadian yang tidak diduga,” kata Ema Icih, Minggu (4/9/2016).

Cerita Mistik di Balik Penemuan Buaya Muara di Pantai Madasari

Setelah kedatangan Aki Juni dan Ema Juni, datang seorang dari bangsa siluman dengan wujud perempuan yang merupakan buaya tersebut. Dia mengaku sedang mencari ayah dan ibunya sambil menjelaskan sudah berpisah selama dua bulan.

“Perempuan itu mengaku dari daerah Kelisraya, salah satu daerah yang berada di perbatasan Jawa dengan Sunda,” tambah Ema Icih.

Ema Icih menjelaskan kepada perempuan tersebut kalau dirinya tidak mengetahui keberadaan ke dua orangtuanya dan menjelaskan kalau di daerah muara ada empat makhluk yang sebangsa dengannya.

“Namun setelah dikasih kejelasan dia tidak mau menuju lokasi yang ditunjukan dengan alasan meski sebangsa dengannya tidak pernah saling kenal,” jelasnya.

Cerita Mistik di Balik Penemuan Buaya Muara di Pantai Madasari

Tidak lama dari itu, akhirnya ditemukan seekor buaya oleh warga, pada Rabu 31 Agustus 2016, pukul 17.00 Wib dengan kondisi lemah. Ema Icih berpendapat sebenarnya buaya itu bersedih dan menangis, karena sedang mencari ke dua orangtuanya.

“Saya bersyukur masyarakat tidak melukai buaya itu, dan menyerahkan ke BKSDA Pangandaran,” pungkas Ema Icih.

Sementara itu, Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Pangandaran Erik Krisna Yudha Astawijaya Saputra mengatakan, buaya tersebut keluar dari habitatnya lantaran terjadi kerusakan alam.

“Setelah kami amankan ke BKSDA, rencananya akan dikirim ke penakaran buaya di Sumedang. Masyarakat harus hati-hati, karena disinyalir masih ada buaya yang bersembunyi," terangnya.
halaman ke-1 dari 2
loading gif
Top