Upaya Start Up Pemula Agar Bisa Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19
Minggu, 26 Juli 2020 - 09:42 WIB
loading...
A
A
A
"Nanti akan ada dibagi kedalam 8 sesi. Untuk sekali pertemuan, akan dilakukan dalam waktu seharian penuh dengan pemateri berasal dari 4 ahli asal Sinarmas Land dan dari Patamar Capital," sambung Temi lagi.
Setiap harinya, setiap tim akan didampingi oleh seorang mentor untuk dipantau perkembangannya. Nantinya, dalam satu tim start up akan terdiri dari 4 sampai 5 orang, dan akan dibagi tugasnya masing-masing.
"Setelah melakukan pelatihan penuh dan juga di bawah pengawasan mentor, para start up pemula ini baru akan dihubungkan atau dijembatani dengan pemodal," ungkapnya. (Baca juga: Pedasnya Bisnis Sambal Mampu Bertahan di Era New Normal)
Sementara itu, Tomi Hartono, pelaku start up dari Scrapiro mengatakan, pihaknya pada bidang managemen dan pendidikan anak usia sekolah tentang daur ulang sampah. Sehingga, sampah plastik lebih bermanfaat.
"Untuk pendidikan, kita bekerjasama dengan Ikatan Guru Indonesia. Jadi kita ingin mengenalkan daur ulang di pendidikan dan anak kecil tahu, bahwa sampah mana saja yang bisa didaur ulang," sambung Tomi.
Setiap harinya, setiap tim akan didampingi oleh seorang mentor untuk dipantau perkembangannya. Nantinya, dalam satu tim start up akan terdiri dari 4 sampai 5 orang, dan akan dibagi tugasnya masing-masing.
"Setelah melakukan pelatihan penuh dan juga di bawah pengawasan mentor, para start up pemula ini baru akan dihubungkan atau dijembatani dengan pemodal," ungkapnya. (Baca juga: Pedasnya Bisnis Sambal Mampu Bertahan di Era New Normal)
Sementara itu, Tomi Hartono, pelaku start up dari Scrapiro mengatakan, pihaknya pada bidang managemen dan pendidikan anak usia sekolah tentang daur ulang sampah. Sehingga, sampah plastik lebih bermanfaat.
"Untuk pendidikan, kita bekerjasama dengan Ikatan Guru Indonesia. Jadi kita ingin mengenalkan daur ulang di pendidikan dan anak kecil tahu, bahwa sampah mana saja yang bisa didaur ulang," sambung Tomi.
Lihat Juga :