Tayangkan Pembunuhan secara Live di Instagram, Pelaku Dibekuk Polisi
Rabu, 29 April 2020 - 14:37 WIB
loading...
Salah seorang pelaku tawuran ditembak polisi. Foto: Hasan Kurniawan/SINDOnews
A
A
A
TANGERANG - Demi menjaga eksistensi diri dan kelompoknya, sejumlah pemuda tega menghabisi nyawa seorang pemuda lain dan merekamnya secara live di akun Instagram.
Aksi sadisme itu terjadi di Jalan Graha Raya, depan ruko Fortune, Pakujaya, Kecamatan Serpong Utara, pada Minggu 19 April 2020. Dengan menggunakan senjata tajam jenis celurit, pelaku membacok tubuh korban.
Mendapat sabetan senjata tajam Madura itu, korban yang diketahui bernama Ripaldi asal Karawang jatuh tersungkur ke aspal. Saat itulah, pelaku membunuh korban dengan keji.
Kapolres Tangerang Selatan (Tangsel) AKBP Iman Setiawan mengatakan, polisi sudah menangkap pemuda yang melakukan pembunuhan. Salah seorang pelaku bahkan terpaksa ditembak, karena membawa sajam.
"Motifnya itu aktualisasi diri dan kelompok, memanfaatkan Ramadhan ini untuk tawuran.Mereka berkomunikasi dengan Instagram dan saat tawuran mereka live di medsos," katanya di Mapolres Tangsel, Rabu (29/4/2020).
Dijelaskan Iman, para pelaku ini ditangkap dalam kurun 2x24 jam oleh petugas dengan barang bukti terdiri dari sabit dan arit yang digunakan untuk melakukan penganiayaan.
"Jadi ini bentuk aktualisasi kelompok. Mereka sering memakai nama dan mengundang seterunya di medsos, saling ejek dan tawuran. Nama kelompoknya Warkol 21 dan PBB. Mereka sering melakukan ini," jelasnya.
Aksi sadisme itu terjadi di Jalan Graha Raya, depan ruko Fortune, Pakujaya, Kecamatan Serpong Utara, pada Minggu 19 April 2020. Dengan menggunakan senjata tajam jenis celurit, pelaku membacok tubuh korban.
Mendapat sabetan senjata tajam Madura itu, korban yang diketahui bernama Ripaldi asal Karawang jatuh tersungkur ke aspal. Saat itulah, pelaku membunuh korban dengan keji.
Kapolres Tangerang Selatan (Tangsel) AKBP Iman Setiawan mengatakan, polisi sudah menangkap pemuda yang melakukan pembunuhan. Salah seorang pelaku bahkan terpaksa ditembak, karena membawa sajam.
"Motifnya itu aktualisasi diri dan kelompok, memanfaatkan Ramadhan ini untuk tawuran.Mereka berkomunikasi dengan Instagram dan saat tawuran mereka live di medsos," katanya di Mapolres Tangsel, Rabu (29/4/2020).
Dijelaskan Iman, para pelaku ini ditangkap dalam kurun 2x24 jam oleh petugas dengan barang bukti terdiri dari sabit dan arit yang digunakan untuk melakukan penganiayaan.
"Jadi ini bentuk aktualisasi kelompok. Mereka sering memakai nama dan mengundang seterunya di medsos, saling ejek dan tawuran. Nama kelompoknya Warkol 21 dan PBB. Mereka sering melakukan ini," jelasnya.
Lihat Juga :