Gunung Wilis Jadi Saksi Peradaban Kerajaan Gegelang Sebelum Era Majapahit
Jum'at, 16 Juni 2023 - 07:38 WIB
loading...
Tampak Gunung Wilis dari kejauhan. Gunung inilah yang menjadi saksi peradaban Kerajaan Gegelang sebelum Era Majapahit. Foto: Istimewa
A
A
A
GUNUNG Wilis menjadi patokan bagaimana peradaban masyarakat di sekitarnya sejak zaman dahulu. Bahkan konon di kawasan gunung itulah bermunculan kerajaan kecil seperti Kerajaan Gegelang dan Kerajaan Wengker di sisi selatannya.
Kerajaan Gegelang berada di wilayah barat Gunung Wilis. Konon wilayahnya berada di Desa Glonggong, yang kini masuk Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun. Di barat Desa Glonggong itulah Residen Madiun Lucien Adam mencatatkan pernah berdiri sebuah keraton, dari beberapa literasi sejarah yang didapatnya.
Tempat itu kini berada di sebelah timur jalan Madiun-Ponorogo. Batas-batas fondasi benteng keraton konon masih dapat ditemukan dengan tepat. Selain itu, banyak orang tua di desa ini sebagaimana pada buku "Antara Lawu dan Wilis: Arkeologi, Sejarah, dan Legenda Madiun Raya Berdasarkan Catatan Lucien Adam" mengisahkan masih mengingat bahwa batu-batu tersebut dibongkar dari dindingnya, untuk membangun atau memperbaiki Pabrik Gula Pagotan.
Baca juga: Misteri Kerajaan Wengker di Ponorogo yang Jadi Musuh Abadi Airlangga
Selain itu, bebatuan yang diduga berasal keraton Kerajaan Gegelang ini digunakan juga mendirikan pesanggrahan di sumber air panas Ngumbul. Kini, dinding benteng tersebut tidak dapat dilihat lagi. Di dalam area bekas benteng yang membentuk sebuah bujur sangkar-yang sisi timurnya berada di jalan Madiun-Ponorogo tadi.
Kerajaan Gegelang berada di wilayah barat Gunung Wilis. Konon wilayahnya berada di Desa Glonggong, yang kini masuk Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun. Di barat Desa Glonggong itulah Residen Madiun Lucien Adam mencatatkan pernah berdiri sebuah keraton, dari beberapa literasi sejarah yang didapatnya.
Tempat itu kini berada di sebelah timur jalan Madiun-Ponorogo. Batas-batas fondasi benteng keraton konon masih dapat ditemukan dengan tepat. Selain itu, banyak orang tua di desa ini sebagaimana pada buku "Antara Lawu dan Wilis: Arkeologi, Sejarah, dan Legenda Madiun Raya Berdasarkan Catatan Lucien Adam" mengisahkan masih mengingat bahwa batu-batu tersebut dibongkar dari dindingnya, untuk membangun atau memperbaiki Pabrik Gula Pagotan.
Baca juga: Misteri Kerajaan Wengker di Ponorogo yang Jadi Musuh Abadi Airlangga
Selain itu, bebatuan yang diduga berasal keraton Kerajaan Gegelang ini digunakan juga mendirikan pesanggrahan di sumber air panas Ngumbul. Kini, dinding benteng tersebut tidak dapat dilihat lagi. Di dalam area bekas benteng yang membentuk sebuah bujur sangkar-yang sisi timurnya berada di jalan Madiun-Ponorogo tadi.
Lihat Juga :