5 Fakta Amangkurat I, Penguasa Keji yang Bantai Ribuan Ulama

Kamis, 08 Juni 2023 - 18:59 WIB
loading...
5 Fakta Amangkurat I,...
Amangkurat I merupakan sultan ke empat dari Kesultanan Mataram Islam. Foto DOK ist
A A A
JAKARTA - Amangkurat I merupakan sultan ke empat dari Kesultanan Mataram Islam. Sesuai dengan namanya, pemilik nama asli Raden Mas Sayidin ini adalah ayah dari Amangkurat II atau sultan setelahnya.

Menilik sejarah kepemimpinan Mataram Islam, Amangkurat I merupakan sultan terlama yang berhasil memimpin selama 32 tahun. Selama pemerintahannya berlangsung, ia telah meninggalkan sederet fakta yang menarik untuk diketahui.

Baca juga: Wanita-Wanita Disekeliling Amangkurat I Raja Mataram Islam

Berikut lima fakta dari Raden Mas Sayidin atau Amangkurat I:

1. Membunuh Ribuan Para Ulama

Insiden paling terkenal dari Mataram Islam yaitu pembunuhan massal yang dilakukan pada masa pemerintahan Amangkurat I. Diketahui dirinya memerintahkan sejumlah pasukannya untuk membunuh tidak kurang dari 6.000 ulama.

Peristiwa tersebut terjadi setelah ayahnya yakni Sultan Agung wafat. Amangkurat I memiliki rasa cemas akan kehilangan kekuasaan yang terus menghantuinya. Tidak hanya sang ulama, keluarganya pun masuk dalam target pembunuhan sadis itu.

2. Sultan yang Terkenal Kejam

Selama kepemimpinan Amangkurat I berlangsung, rasa was-was, cemas dan takut selalu menghantui rakyatnya. Bahkan dari kalangan pembesar istanah pun turut serta merasakannya.

Dalam Serat Jaya Baya, kekejaman Amangkurat I dilukiskan sebagai Kalpa sru semune kenaka putung (masa kelaliman yang dimetaforakan dengan kuku yang putus). “Masa lalim” artinya kekejaman pemerintahan raja, dan “kuku yang putus‘ maksudnya banyaknya panglima yang dibunuh.

Baca juga: Kepiawaian Sultan Amangkurat 1 Menggagalkan Pemberontakan Pangeran Alit

3. Aksi Kejamnya dibantu Oleh Pembesar Keraton

Setiap menemukan siasat pembunuhan seseorang, Amangkurat I selalu dibantu oleh sejumlah para pembesar istanah. Beberapa diantaranya seperti Pangeran Aria, Tumenggung Nataairnawa, Tumenggung Suranata, dan Ngabehi Wiranata.

Misalnya seperti pada saat pembunuhan ribuan ulama, keempat anak buahnya itu diperintah oleh Amangkurat I untuk disebar ke empat penjuru mata angin. Biasanya pembunuhan dimulai jika ada letusan meriam dari istanah.

4. Kemunduran Mataram Islam dimulai Sejak dipimpin Amangkurat I

Pada era pemerintahan Amangkurat I sangat berbanding terbalik dengan kejayaan Mataram selama dipimpin Sultan Agung. Baru berjalan selama dua tahun, gejolak di kerajaan muncul dan diperbaiki oleh Amangkurat I menggunakan pendekatan kekerasan dan brutal.

5. Berkolaborasi dengan VOC

Pada awal kepemimpinannya, Amangkurat I mengambil langkah yang jauh berbeda dengan sang ayah. Ia memilih untuk berdamai dengan pihak kolonial yang sejak lama menjadi musuh Sultan Agung. Perjanjian perdamaian keduanya terjadi pada tanggal 24 September 1646.
(bim)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Haul Akbar Ulama Betawi,...
Haul Akbar Ulama Betawi, Gus Muhaimin Urai Peran Besar Ulama Bangun Bangsa
Haul Akbar Ulama Betawi...
Haul Akbar Ulama Betawi Digelar di Monas Besok, Catat Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Alternatifnya
Akademisi: Penyampaian...
Akademisi: Penyampaian Fakta soal Papua Harus Berimbang dan Disertai Solusi
Istigasah Ulama di Ciamis...
Istigasah Ulama di Ciamis Soroti Tragedi KM 50
Perkuat Silaturahmi...
Perkuat Silaturahmi dengan Ulama, Kaesang Kunjungi Dua Pesantren di Pandeglang
Sambut 500 Tahun Jakarta,...
Sambut 500 Tahun Jakarta, Pramono Bakal Gelar Haul Ulama dan Pejuang Betawi
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
706 Paus dan Lumba-lumba...
706 Paus dan Lumba-lumba Dibantai, Laut Ini Berubah Jadi Perairan Darah
Kasus Chromebook, Publik...
Kasus Chromebook, Publik Harus Fokus Fakta Sidang daripada Opini Digital
Rekomendasi
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
Berita Terkini
Kementan Dukung Pengembangan...
Kementan Dukung Pengembangan 5.000 Indukan Ayam ALOPE UNHAS-1
Kebakaran TPA Jatiwaringin...
Kebakaran TPA Jatiwaringin Dinilai Alarm Keras Tata Kelola Sampah, DPR: Open Dumping Tak Bisa Ditoleransi
Kakanwil Imigrasi Bali...
Kakanwil Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan
Serahkan Jenazah Pilot...
Serahkan Jenazah Pilot PT AMA, Pangkogabwilhan III Kutuk Keras Penembakan Pelayan Kemanusiaan
Penelitian Unair: Galon...
Penelitian Unair: Galon Polikarbonat Tak Terkait Gangguan Hormon hingga Kanker
Pramono Minta Penambahan...
Pramono Minta Penambahan 1.000 Siswa Sekolah Rakyat untuk Anak Broken Home hingga Pengamen
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved